KB Berhasil Tekan Kelahiran Penduduk di Babel

  • Whatsapp
Wagub Babel bersama Kepala BKKBN Babel dan sejumlah pejabat saat acara Telaah Tengah Tahun Pertama BKKBN Babel, Kamis (15/8/2019).( foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG- Kepala Perwakilan BKKBN Bangka Belitung (Babel), Etna Estelita menegaskan program Keluarga Berencana (KB) di daerah itu cukup berhasil dalam menekan angka kelahiran. Hal ini, terlihat dari hasil Survey Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2018.

Etna dalam acara Telaah Tengah Tahun Pertama BKKBN Babel, Kamis (15/8/2019), menyebutkan dari hasil SKAP KKBPK itu diketahui rata-rata jumlah anak yang dilahirkan oleh pasangan usia subur semasa usia reproduksinya di Provinsi Bangka Belitung sebesar 2,25.

“Hal ini menggambarkan bahwa penurunan tingkat kelahiran di provinsi ini cukup berhasil, unmetneed nya berada di posisi ketiga terendah di seluruh provinsi di Indonesia yakni 8,8 persen. Pasangan usia subur yang tidak mengiginkan anak sebagian besar sudah terlayani,” kata Etna.

Selain itu, lanjut dia, perolehan hasil prevalansi kontrasepsi (CPR) berada diurutan pertama yakni sebesar 68,5 persen. “Masalah yang perlu dituntaskan segera adalah kehamilan yang tidak diinginkan cukup besar yaitu 21,8 persen diatas rata- rata nasional,” ulasnya.

Tak hanya itu, kata Etna, berdasarkan data statistik rutin diketahui capaian peserta KB baru sampai dengan bulan Juni 2019 sebesar 34,27 persen yang seharusnya sudah mencapai 50 persen. “Untuk itu kita perlu kerja keras, kerja cerdas dan kerja nyata untuk mencapai target kinerja tahun 2019,” ujarnya.

BKKBN, lanjutnya, menggelar kegiatan telaah program KKBPK dengan tujuan mengevaluasi pencapaian kinerja program dan anggaran sampai dengan bulan Juni 2019; mengangkat isu terkait progress capaian proyek prioritas nasional di Provinsi Babel.

“Selain itu meningkatkan kualitas pengelolaan kampung KB di Bangka Belitung dan meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB melalui ketersediaan alat kontrasepsi pemerintah dan jalur swasta di Provinsi Babel,” tuturnya.

Telaah ini juga dimanfaatkan BKKBN untuk menyusun langkah strategis dan konkrit untuk mencapai indikator kinerja utama program KKBPK di Provinsi Babel.

Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN, Hitima Wardani menegaskan BKKBN harus mencapai capaian kinerja di tahun 2019, dimana masing-masing provinsi sudah menyepakati sasaran strategis BKKBN.

“Sasaran strategis BKKBN harus mampu menurunkan angka kelahiran total per wanita usia subur menjadi 2,6, meningkatkan pemakaian kontrasepsi modern 61,2, meningkatkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan lainnya,” katanya seraya menyebutkan pentingnya koordinasi dan daya ungkit serta sinergi dengan berbagai pihak.(nov/10)

Related posts