Kawasan Kumuh Basel Capai 40,89 Hektar

  • Whatsapp
  • DAK Terserap Rp 6.280.478.000

TOBOALI – Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan mendata kawasan kumuh mencapai seluas 40,89 hektar.

“Berdasarkan SK kumuh tahun 2014 luasan kawasan kumuh di Bangka Selatan seluas 40,89 hektar,” ujar Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup, Gatot Wibowo di Toboali, Senin (30/12/2019).

Read More

Ia mengatakan, dari 40,89 hektar kawasan kumuh yang terdata, semuanya tersebar di empat Kecamatan dari delapan kecamatan yang ada di Bangka Selatan.

Untuk kawasan kumuh di Kecamatan Toboali berada di Tanjung Ketapang dengan luas, 4,5 hektar dan Sukadamai seluas 12,93 hektar, sedangkan untuk Kacamatan Tukak Sadai ada di Desa Sadai dengan luas 2,41 hektar.

Sementara itu, untuk kawasan kumuh di Wilayah Kecamatan Simpang Rimba berada di Desa Rajik dengan luas 14,08 hektar dan di Kecamatan Pulau Besar berada di Desa Batu Betumpang dengan luas kawasan kumuh seluas 6,97 hektar.

Gatot menjelaskan, ada beberapa indikator kekumuhan seperti bangunan tidak teratur, jalan lingkungan tak layak, soal drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, air bersih dan fasilitas pemadam kebakaran. “Kalau poin-poin itu bisa kita penuhi, maka kita akan keluar dari sebutan kumuh,” jelasnya.
Gatot mengatakan, untuk memperbaiki kawasan kumuh sebenarnya pemerintah pusat melalui Satker terkait telah melaksanakan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), namun ada batasan minimal yang telah ditentukan untuk merealisasikan program tersebut.

“Untuk program Kotaku tidak masuk di Bangka Selatan, karena luasan kumuh yang bisa masuk program tersebut ada batasan minimal seluas 15 hektar dalam satu hamparan,” umgkap dia.

Perbaikan wilayah kumuh itu, dikatakannya lebih lanjut, bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, namun semua pihak harus ikut serta terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami harap masyarakat Basel mulai sadar kebersihan lingkungan, minimal dengan cara membuang sampah pada tempatnya,” imbuh dia.

Di sisi lain, Gatot memastikan Pekerjaan fisik yang menggunakan Dana Alokasi Khsusus (DAK) dari Pemerintah Pusat telah mencapai 100 persen

“Semua pekerjaan fisik yang menggunakan DAK Tahun 2019 telah rampung dan terserap seratus persen,” jelasnya. Ia mengatakan total anggaran DAK yang diterima DPKPLH Kabupaten Bangka Selatan selama tahun 2019 kurang lebih sebesar Rp 6.280.478.000

Adapun Dari Total anggaran DAK sebesar Rp 6.280.478.000 yang diterima DPKPLH Basel selama tahun 2019 terdiri dari DAK Afirmasi sebesar Rp 2.862.800.000, DAK Reguler sebesar Rp 2.917.678.000 dan DAK Penugasan sebesar Rp 500.000.000.

Gatot menuturkan DAK Reguler yang masuk di Bangka Selatan diperuntukan untuk kegiatan Pembangunan MCK Kombinasi dengan IPAL di Payung, Pangkalbuluh dan Tirem, selain itu anggaran tersebut juga digunakan untuk membangun IPAL Komunal di Toboali.

Sementara itu, DAK Afirmasi digunakan untuk melaksanakan pembuatan tanki septik skala komunal di Desa Sidoarjo dan MCK kombinasi IPAL KOMUNAL di Desa Sukajaya, sedangkan untuk DAK Penugasan digunakan untuk melakukan pembangunan dan pembuatan MCK dan jaringan perpipaan Pondok Pesantren Darul Istiqomah Desa Air Gegas.

“Kegiatan yang bersumber dari DAK Afirmasi, Reguler dan Penugasan telah 100 persen direalisasikan dan sudah diserahkan kepada pihak desa,” pungkasnya. (raw/3)

Related posts