by

Kasus Umpatan di Medsos, PDIP Maafkan Pemilik Akun Zulkarnain

“Lain kali hati-hati bersikap, kami atas nama keluarga besar PDIP mengikhlaskan untuk memaafkan. Kalau ada salah PDIP Babel ini, tolong tegur kami. Kami bukan partai jahat, bukan partai komunis,” Didit

PANGKALPINANG – Ditengah panasnya suhu politik Pilkada sejumlah daerah di Babel, akun media sosial facebook Dhzoel Qhornain dianggap melecehkan PDIP.

Bahkan, partai berlambang banteng moncong putih itu sempat melaporkan pemilik akun, Zulkarnain ke Polda Babel dengan dugaan pencemaran nama baik.

Pemilik akun itu, sempat berkomentar di status salah satu akun medsos paslon Pilkada Kabupaten Bangka. Umpatan yang dia sampaikan menyinggung hati para kader partai.

“Meminta maaf karena kebodohan kecerobohanku sendiri. Tulus ikhlas memohon maaf dengan penuh kekhilafan. Meminta maaf dengan kesalahanku. Sudah diperiksa selama tiga jam. Ditelpon suruh datang ke Polda. Ku merasa salah, hidup tidak tenang,” kata Zulkarnain dihadapan Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya, di gedung DPRD Babel, Rabu (24/1/208).

Menurutnya, umpatan itu disalurkan lantaran terpancing dengan berita-berita di media sosial. Tanpa melakukan tabayun dan menilai hanya kulitnya saja, kata-kata itu terucap.

“Terpancing berita-berita media, sosial media yang menyebar, tidak tabayun seolah itu kebenarannya. Sudah plong, selama ini tahu kulitnya, tidak isinya,” tuturnya.

Ketua DPD PDIP Babel Didit Srigusjaya menyampaikan, atas nama keluarga besar PDIP memaafkan dengan tulus ikhlas kekhilafan itu. Sebagai seorang muslim, sebelum dimohonkan maaf pun sudah dimaafkan. Ia berharap, kejadian ini dapat memberikan pencerahan kepada semua lapisan masyarakat.

“Didalam sebuah berita harus dikaji dulu kebenarannya, kalau itu benar ghibah kalau tidak benar fitnah. Hati-hati menggunakan medsos ini. PDIP tidak pernah menggangu orang, tapi kalau kita terganggu tidak akan mundur selangkah pun,” tegasnya.

Ia pun berharap, kejadian ini menjadi pertama dan terakhir, kalau tidak suka dengan salah satu partai, jangan didukung. Tapi juga kata Didit, jangan memfitnah dan mencemooh dengan bahasa yang jorok seperti itu.

“Lain kali hati-hati bersikap, kami atas nama keluarga besar PDIP mengikhlaskan untuk memaafkan. Kalau ada salah PDIP Babel ini, tolong tegur kami. Kami bukan partai jahat, bukan partai komunis,” katanya.

“Kami memaafkan beliau, walaupun kami di dzolimi dengan ikhlas dimaafkan, ini jembatan kita bersilaturhami. Teguran dari Allah semoga ada hikmah dan hidayahnya kedepan,” tukasnya.

Lebih jauh, Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Iwan Prahara menilai, kasus pilkada DKI berimbas ke seluruh PDIP se-Indonesia ada stigma partai ini pembela penista agama. Mereka tidak mengetahui isi dalam PDIP, dengan tabayyun seperti ini ada kesadaran umat.

“Meski Zul ini telah menista partai kita, karena ada permohonan maaf dan dimaafkan laporan kami ke Polda akan dicabut,” tandasnya. (ron/10)

Comment

BERITA TERBARU