by

Kasus Sariat Dilimpahkan ke Jaksa

PANGKALPINANG- Penyidik Subdit IV Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel) telah merampungkan berkas perkara dugaan penambangan di kawasan hutan lindung di Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan yang menggunakan empat unit alat berat atau PC.

Berkas perkara dengan tersangka Sariat tersebut telah dilimpahkan atau tahap 2 ke kejaksaan pada Jumat (8/2/2019) lalu. Dengan pelimpahan tersangka berikut barang bukti tersebut, berarti tak lama lagi kasus ini akan segera disidangkan di pengadilan.

“Untuk perkara empat unit alat berat atau PC dengan tersangka Sariat ini, sudah kita lakukan tahap dua ke kejaksaan pada Jumat lalu. Sedangkan barang bukti empat PC masih dititipkan kepada kita,” kata Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel, Kompol Siwantoro mewakili Direktur Reskrimsus (Dirreskrimsus), AKBP Indra Krismayadi dihubungi Rakyat Pos, Minggu (10/2/2019).

Sekadar diketahui, empat unit alat berat ini berhasil ditangkap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan Provinsi Bangka Belitung bersama Tim Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakum KLHK) pada Senin dan Selasa 10-11 September 2018 silam. Sebelumnya juga, empat alat berat ini sempat diamankan lebih dulu oleh KPHP Muntai Palas Dinas Kehutanan Babel.

Hal ini terbukti dengan terbitnya berita acara penarikan dan penyerahan kunci alat berat/PC, seperti Berita Acara Penarikan Kunci Alat Berat Nomor 522/28/KPHP MP/VIII/2018 tertanggal Senin 10 September 2018 dan atau Berita Acara Penyerahan Kunci Alat Berat Nomor 522/31/KPHP MP/ VIII/2018 yang tidak dibubuhi tanggal meski bermaterai.

Setidaknya ada empat surat berita acara yang ditandatangani oleh Sariat dan Fahrurozi dengan kop surat Provinsi Babel lengkap pula Nomor Induk Kepegawaian. Perkara dugaan penambangan pasir kuarsa menggunakan empat unit alat berat di kawasan Hutan Lindung dan Hutan Produksi Kubu ini mulai terkuak dengan adanya tandatangan dalam berita acara penarikan serta penyerahan kunci alat berat antara Sariat dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Muntai Palas Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Fahrurozi.

Dalam kasus ini, penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Babel telah menetapkan satu orang tersangka yang diduga menambang di kawasan terlarang itu, yakni Sariat warga Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Selain menjadi tersangka, Sariat yang terindikasi pengurus 4 alat berat itu sudah dilakukan penahanan di rutan Mapolda Babel oleh penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus. Terdahulu, Direktur Ditreskrimsus Polda Babel yang era itu masih dijabat oleh Kombes Pol Mukti Juharsa melalui Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus AKBP I Wayan Riko Setiawan membenarkan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka kasus 4 PC.

Sariat selaku pengurus PC dan atau kuasa lapangan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara (Minerba). Sedangkan 4 unit PC yang diamankan dijadikan barang bukti, berikut barang tambang lainnya. “Tersangka akan kami persangkakan untuk sementara ini dengan Pasal 158 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba. Barang bukti yang kami amankan diantaranya 4 unit PC, satu mesin dompeng, satu mesin air, dan dokumen,” pungkas Wayan. (bis/10)

Comment

BERITA TERBARU