by

Kasus Penganiayaan Warga Penyak Berakhir Damai

KOBA – Kasus penganiayaan warga Desa Penyak Kecamatan Koba, Bangka Tengah yang terjadi pada Selasa (06/11/2018) sekitar pukul 11.00 WIB di Penyak pekan kemarin berakhir.

Marjuki, korban penganiayaan sekaligus pelapor saudara Majid, sebagai terlapor. Tetapi, atas pertimbangan kemanusiaan, kasus itu berakhir di meja mediasi di Polsek Koba. Kedua belah pihak pun sepakat kasus penganiyaan itu diselesaikan melalui jalur musyawarah dan kekeluargaan.

Kendati melalui jalan damai, namun ada beberapa pointer yang menjadi catatan bagi Majid, pihak yang terlapor atas kasus tersebut. Meski kasus itu tidak diproses, namun yang bersangkutan diminta cek kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos dan PMD).

Tokoh Masyarakat Desa Penyak, H. Syamsuri mengatakan, kasus penganiyaan warganya berakhir dengan damai lantaran disepakati kedua belah pihak. Akan tetapi, pihak yang terlapor tetap mematuhi ketentuan khusus yang dibuat dalam pertemuan di Polsek Koba.

“Kedua belah pihak memang menemui jalan perdamaian yang melapor maupun terlapor. Jadi, saya anggap kasus ini selesai,” ujarnya.

Dikatakannya, apakah ada jaminan bagi saudara terlapor (Majid-red) tidak mengulangi perbuatannya, dijawab dingin oleh pria yang akrab disapa Abok Syam itu.

“Apakah pak Majid ini ada indikasi kejiwaan, saya nggak berani jawab. Memang sudah beberapa kali melakukan tindakan yang mengancam warga Penyak. Makanya, kami serahkan ke Dinas Sosial untuk dilakukan cek kejiwaan. Kita tunggu saja apa pun hasilnya,” tukasnya.

Terpantau harian ini, korban Marjuki mengalami luka bacok pada bagian pipis di bagian pipi sebelah kiri. Sementara itu, Majid, pelaku penganiayaan masih dilakukan pembinaan di Mapolsek Koba.

Bahkan ada belasan warga Penyak hadir di Mapolsek Koba untuk mengawal kasus itu. Turut hadir Pjs. Kepala Desa Penyak Hartono dan Kades terpilih Sapawi. (ran/3).

Comment

BERITA TERBARU