by

Kasus Nikah Siri di Bangka Tengah Marak

Disebabkan Tingginya Kasus Nikah di Usia Muda

KOBA – Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) Bangka Tengah menyebutkan kasus nikah siri di wilayah itu marak. Hal itu berdasarkan pantauan pihaknya dilapangan.

Tidak hanya itu, marak juga penghulu gadungan, sehingga menyebabkan tingginya angka pernikahan siri.

Ketua BP4 Bangka Tengah, H. Syamsuri mengatakan nikah siri secara agama dianggap sah, namun tidak diakui oleh negara karena tidak ada penghulu resmi untuk menikahkannya.

“Nikah siri memang tidak terdaftar, tapi secara agama dianggap sah. Bukan hanya itu, marak juga penghulu gadungan. Mirisnya lagi mereka bisa mengeluarkan surat,” ujarnya saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Rabu (07/11/2018).

Dikatakannya, maraknya kasus nikah siri salah satunya disebabkan oleh tingginya kasus menikah di usia muda, khususnya bagi anak-anak kita yang menikah dibawah umur.

“Kita minta penegak hukum untuk menyikapi ini. Kegiatan ini secara agama sah, tapi tidak diakui negara,” terangnya.

Ia menambahkan, ada program nikah massal sebagai salah satu solusi untuk menyikapi maraknya kasus nikah siri itu supaya memiliki buku nikah, namun program itu belum bisa dilaksanakan karena keterbatasan anggaran. Namun tetap kita ajukan program nikah massal itu ke Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, mudah-mudahan tahun 2019 bisa berjalan.

“BP4 berusaha untuk menyampaikan ke pemerintah bagaimana bersama-sama menyikapi maraknya nikah siri diwilayah Bangka Tengah,” tukasnya. (ran/3).

Comment

BERITA TERBARU