Kasus Kenakalan Remaja di Beltim Turun

  • Whatsapp
Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan Sat Pol PP Belitung Timur, Taufik Winhardi memaparkan kasus kenakalan remaja di Belitung, dalam Kegiatan Penyuluhan Penertiban dan Penindakan Terhadap Penyakit Masyarakat dihadapan para siswa di Beltim.(foto: istimewa).

Manggar – Angka Kasus Kenakalan Remaja di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menurun drastis dalam kurun waktu dua tahun belakangan ini. Patroli rutin dan gencarnya sosilisasi diklaim menjadi kunci utama keberhasilan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Beltim.

Kepala Seksi Bimbingan dan Penyuluhan, Taufik Winhardi seizin Kadin Satpol PP, Zikril menyatakan hingga Juli 2019 kasus kenakalan remaja ditangani oleh Satpol Kabupaten Beltim baru mencapai 15 kasus. Jumlah itu menurun dari tahun 2018 yang mencapai 39 kasus.

Kasus kenakalan remaja yang ditangani Satpol PP terdiri dari minuman beralkhohol/miras, minum arak/ tuak, menghisap lem Aica/ Aibon, pacaran di luar batas, mengkonsumsi obat batuk Mextril dan Farendol serta konsumsi obat batuk Komix.

“Jika dibandingkan dari tahun 2016 mencapai 122 kasus, tahun 2017 sebanyak 121 kasus, tahun 2018 hanya 39 kasus, dan tahun 2019 Juli ini turun ke angka 15 kasus,” ungkap Taufik saat mendatangi Diskominfo Beltim, Rabu (14/8/2019).

Menurut Taufik, penurun tingkat kenakalan remaja paling tinggi dialami oleh kasus konsumsi obat batuk Komix, Mextril dan Faradol serta menghisap lem Aibon. Diduga adanya aturan pengetatan pendistribusian penjualan obat batuk dan lem ampuh menekan angka penyalahgunaan.

“Kalau penyalahgunaan obat batuk dan lem sangat jauh menurunnya. Kalau ditotal tahun 2017 ada 71 kasus, turun menjadi 17 kasus di tahun 2018 dan baru tercatat 8 kasus di 2019,” papar Taufik.

Namun imbas dari pengetatan penjualan obat batuk secara bebas itu membuat para remaja yang ‘nakal’ beralih ke menkonsumsi arak/ tuak. Bahkan angka kasus minum arak/ tuak yang sebelumnya tidak ada jadi 6 kasus.

“Yang Ngaibon sama ngomik dapat kita tekan seminimal mungkin, cuman sekarang banyak larinya ke minum arak atau tuak. Itu yang kita sesalkan,” ujar Taufik.

Untuk itu Satpol PP Kabupaten Beltim terus berupaya menekan angka kenakalan remaja dengan rutin melaksanakan sosialisasi ‘ Perbup Jam Malam’ dan kenakalan remaja di sekolah-sekolah. Selain itu pula patrol rutin setiap malam Kamis dan Minggu juga terus dilaksanakan.

“Makanya saat ini kita sedang gencar-gencarnya sosialisasi ke sekolah-sekolah dan rutin patroli khususnya di titik rawan kenakalan. Alhamdulillah dengan usaha itu kita yakin dapat menekan angka kenakalan remaja,” harap Taufik. (yan/kmf/3).

Related posts