Kasus Jual BB Timah Sitaan , Mantan Kepala Rupbasan Diancam 20 Tahun

Mantan Kepala Rupbasan Pangkalpinang, tampak menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Pangkalpinang yang membawanya ke rutan untuk ditahan. (Foto: Dwi Sadmoko)

Usai Diperiksa, Ditahan 20 Hari
Penyidik Buru Penadah BB

PANGKALPINANG – Kejaksaan Negeri Pangkalpinang akhirnya resmi menahan Joko Suroso, mantan Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Pangkalpinang, Kamis siang (9/11/2017). Sebelumnya, pihak Kejaksaan telah menetapkan status tersangka kepada Joko terkait kasus penggelapan balok timah seberat 1,6 ton yang merupakan barang sitaan negara.
Kepada awak media, Kasi Intelijen Kejari Pangkalpinang Hendi Arifin membenarkan telah dilakukan penahanan terhadap mantan Kepala Rupbasan tersebut kemarin siang, usai diperiksa sebagai tersangka.
“Hari ini, tepat pukul 13.00 Wib penyidik tipikor Kejaksaan Negeri Pangkalpinang telah melakukan penahanan terhadap JS yang diduga melakukan penggelapan barang bukti balok timah di Rupbasan dan tersangka ditahan untuk jangka waktu 20 hari”, jelas Hendi Arifin.
Ditambahkan Hendi, tersangka melakukan aksinya menggelapkan dan menjual barang bukti pada bulan September 2017 lalu. Setelah digelapkan dan dijual, Joko mengganti barang bukti timah tersebut dengan balok timah lain yang tidak memiliki kadar timah.
“Modus tersangka dalam menjalankan aksinya dengan cara menukarkan balok timah sitaan dengan balok timah yang tidak memiliki SN (kadar). Lalu, balok timah yang disita dijual oleh tersangka. Atas perbuatannya dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-undang Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” terangnya.
Diakui Hendi, pihaknya akan mengembangkan kasus ini. Termasuk mencari siapa penadah barang bukti yang dijual Joko, penggunaan uang hasil penjualan dan pembuat timah balok palsu tersebut.
“Untuk BB yang asli sendiri diduga sudah dijual oleh tersangka. Saat ini kami baru menetapkan satu tersangka yaitu JS. Nanti ada penambahan tersangka atau tidak kita lihat pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Diakui Kasi Intelijen, saat ini penyidik sudah mengantongi nama siapa yang menjadi penadah dari penjualan BB tersebut.
“Pembeli sendiri sementara ini masih kita kejar dan lacak, namun identitasnya sudah kita kantongi akan tetapi saat ini belum bisa saya beberkan,” tegasnya.
Hendi juga mengatakan, dari perhitungan penyidik tipikor Kejari Pangkalpinang, kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan Joko ini ditaksir mencapai sekitar 400 juta rupiah, menurut keterangan saksi ahli.
Dalam pantauan wartawan harian ini, tampak Joko yang sudah menggunakan rompi tahanan berwarna merah, tergesa-gesa memasuki mobil tahanan untuk diangkut ke Rutan di Lapas Tua Tunu, Pangkalpinang. Tidak ada komentar apapun dari mulutnya terkait penahanan yang dilajukan Kejari Pangkalpinang terhadap dirinya.
Untuk diketahui, kasus dugaan penggelapan dan penjualan Barang Bukti (BB) yang dititipkan di Rupbasan Pangkalpinang ini telah naik statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan sejak 26 Oktober 2017. Sebanyak 7 orang saksi termasuk satu orang dari internal Kejari, ikut diperiksa penyidik. Dan barang bukti yang diduga digelapkan dan dijual tersangka itu adalah balok timah cetakan rumahan seberat 1,6 ton, hasil tangkapan jajaran Polda Babel beberapa waktu silam. (das/bum/1)

No Response

Leave a reply "Kasus Jual BB Timah Sitaan , Mantan Kepala Rupbasan Diancam 20 Tahun"