Kasus Dugaan Korupsi Mamin Setda Basel, PPK Resmi Ditahan

  • Whatsapp
Kajari Basel, Safrianto Zuriat Putra (kiri)

TOBOALI – Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 5 September lalu terkait kasus dugaan korupsi makanan dan minuman (mamin), YW, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)  kegiatan penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran serta fasilitasi kelancaran tugas pimpinan daerah di Setda Basel tahun 2017, akhirnya pada Rabu (9/10/2019) resmi ditahan.

Kajari Basel, Safrianto Zuriat Putra dikonfirmasi mengungkapkan penahanan YW selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan. Menurutnya, YW ditahan sekitar pukul 12.00 WIB.

Sebelumnya, Kajari menyebutkan YW ditetapkan tersangka sebagai pengendali kegiatan dan mengetahui serta menerima aliran dana Rp 50 juta dalam penyimpangan yang terjadi pada anggaran mamin senilai Rp 3,9 miliar dengan kerugian negara Rp 1,6 miliar.

Untuk tersangka YW, Jaksa Penyidik Kejari Basel akan memeriksa 19 saksi. Di sisi lain, Safrianto menjelaskan uang yang diterima dua saksi EJ dan ER pada kasus sebelumnya adalah hak makan minum rumah dinas.

Keduanya tidak mengetahui jika anggaran mamin tersebut tidak ada dan telah diselewengkan oleh ketiga narapidana sebelumnya Suwandi, Endang dan Yusuf.

“Pada RAPBD tahun 2017, anggaran mamin rumah dinas itu ada, tetapi setelah ABPD disahkan anggaran mamin itu hilang, sehingga oleh Suwandi, Endang dan Yusuf, anggaran mamin yang diselewengkan melalui anggaran mamin rapat, mamin tamu dan mamin pegawai untuk diserahkan kepada dua saksi EJ dan ER, mereka pun baru mengetahui bahwa hak mereka itu sebenarnya tidak ada setelah penanganan kasus ini, sehingga uang yang diterima tersebut wajib dikembalikan dan dalam hal ini sudah ada pengembalian BB inkrah kerugian negara sebesar Rp 898 Juta dan disetor ke kas daerah,” tutup Kajari didampingi Kasi Intel Dodi Purba. (raw)

Related posts