Kasus Bocah Tenggelam di Waterboom, Walikota Evaluasi Perijinan Pasirpadi Bay

  • Whatsapp

Tunggu Laporan Dispar

PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang bertindak atas insiden tewasnya bocah 8 tahun saat berenang di kolam renang Waterboom Pasir Padi Bay, Sabtu (8/5/2019) lalu.
Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil menegaskan Pemkot telah melakukan langkah awal menyikapi kasus tersebut.
Sebagai Walikota, pria yang biasa disapa Molen ini telah memberikan perintah kepada Dinas terkait.
“Soal kasus tewasnya anak delapan tahun di tempat wisata Pasir Padi Bay saya sudah perintahkan Kepala Dinas Pariwisata untuk mengecek ke lokasi,” ujarnya.
Kata Molen, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengecekan yang dilakukan Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Pariwisata Anggo Rudi pun mengaku telah mendatangi tempat wisata Pasir Padi Bay.
“Dengan memerintahkan dinas terkait untuk berkoordinasi, saat ini kita masih menunggu jawabannya,” tegas Molen.
Selain itu, Pemkot bersama DPRD Pangkalpinang akan melakukan evaluasi terkait perizinan tempat wisata tersebut. “Tentu akan kita evaluasi. Nanti bersama DPRD akan kita kaji,” tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, objek wisata Waterboom Pasirpadi Bay yang berlokasi di Kawasan Pantai Pasir Padi Pangkalpinang membawa petaka, pasalnya, Sabtu (8/5/2019) seorang anak berusia 8 tahun tewas tenggelam saat berenang di salah satu kolam Waterboom Pasirpadi Bay.
Nyawa Bocah yang diketahui bernama Alif bin Sahroni itu tidak bisa diselamatkan meskipun sempat dibawa ke Puskesmas terdekat.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, petaka di Pasirpadi Bay itu terjadi saat Alif bersama keluarganya berwisata ke Pasirpadi Bay. Saat berenang, Alif tiba-tiba tenggelam di kolam dewasa dengan kedalaman 1,5 meter. Padahal seharusnya, anak-anak tidak berenang di kolam dewasa. Diduga terjadi kelalaian dari pihak pengelola Pasirpadi Bay sehingga petaka itu terjadi namun penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan petugas. (bum/6)

Related posts