Kasus Bansos Kematian Naik Ke Penyidikan

  • Whatsapp

Penetapan Tersangka Awal Maret

SUNGAILIAT – Proses penanganan kasus tindak pidana korupsi dugaan penyelewengan dana bansos kematian DPPKAD Kabupaten Bangka tahun anggaran 2015 sebesar Rp 1,8 miliar, akhirnya dinaikkan ke tingkat penyidikan.
“Untuk dugaan penyelewengan dana bansos yang mana sebelumnya penyelidikan kini sudah masuk ke tingkat penyidikan,” ujar Kasi Pidsus Kajari Bangka, Budi Marselius Nainggolan saat ditemui sejumlah wartawan Rabu siang (1/2/2017).
Menurut Budi, dalam tahap penyidikan ini, pihaknya yang sebelumnya sempat dimintai keterangan oleh Jaksa Kajari Bangka masih belum bisa ditetapkan sebagai tersangka.
“Untuk tersangkanya belum ada. Jadi yang kita periksa kemarin itu hanya sebatas saksi dan dimintai keterangan,” katanya.
Namun Budi berjanji, naiknya kasus ke tingkat penyidikan dalam waktu dekat Kejari akan mengumumkan kepada publik siapa tersangka dalam kasus dugaan penyelewengan dana bansos kematian di dinas DPPKAD Kabupaten Bangka.
“Yang pastinya tersangkanya pasti ada dan itu akan kita beritahu siapa orangnya. Namun sebelum kita tetapkan siapa tersangkanya, terlebih dahulu kita akan ekspos internal terlebih dahulu,” katanya.
Budi menambahkan, sejauh ini, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 18 orang PNS yang bertugas di dinas di DPPKAD Bangka guna dimintai keterangan seputaran dana bansos kematian yang diduga diselewengkan oleh mantan bendahara bansos waktu itu, Silvi.
Kapan status tersangka itu akan disandang oleh oknum yang bersangkutan, Budi memastikan paling lama awal bulan Maret 2017. (2nd/6)

Related posts