Kasus Atap Dinkes Roboh Diselidiki

  • Whatsapp

Jaksa Terjunkan Tim
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kontraktor PT Tiga Putra Wijaya

PANGKALPINANG – Ambruknya atap Kantor Dinas Kesehatan Pemkot Pangkalpinang, beberapa waktu lalu rupanya mendapat perhatian khusus dua institusi penegak hukum.
Baik pihak kejaksaan maupun dari kepolisian masing-masing sedang melakukan penyelidikan penyebab robohnya atap dinkes yang berusia 4 tahun tersebut.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pangkalpinang, Leo Jimmy, menegaskan Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang akan menindaklanjuti kasus robohnya atap gedung Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pihaknya sudah menerjunkan tim, usai kejadian untuk melihat langsung kondisi gedung yang roboh.
“Kita sudah mendengar ada dugaan bahwa ambruknya gedung rapat Dinas Kesehatan Pangkalpinang tersebut dikarenakan tidak sesuai dan bisa kelebihan beban sehingga membuat ambuknya atap gedung,” tegasnya.
Namun dirinya mengakui masih menunggu serta memantau. Kejari menunggu Dinas Kesehatan memberikan laporan yang jelas terkait kejadian.
“Kita (Kejari Pangkalpinang) menunggu laporan dan penjelasan dari Dinas Kesehatan dulu seperti apa. Baru nantinya kita lakukan langkah selanjutnya,” jelasnya.
Dia mengatakan penyelidikan bisa saja dilakukan namun harus berdasarkan kejelasan informasi. Jika memang kasus ini diselidiki maka pihak-pihak terkait proyek pembangunan gedung itu tentu akan dilakukan pemanggilan untuk dimintai keterangan. Kendati demikian Kejari Pangkalpinang tidak ingin buru-buru untuk menangani masalah ini.
Yang jelas kata Leo, dirinya akan menanggapi setiap informasi yang beredar di masyarakat. Untuk masalah itu, setelah dirinya mendapatkan laporan dan penjelasan dari Dinas Kesehatan.
“Tapi kita menunggu laporan dari Dinas Kesehatan dulu ya, sabar ya,” tukasnya.
Tak cuma kejaksaan, robohnya atap gedung lantai dua Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang pada Rabu (12/6/2019) lalu masih dalam penyelidikan Polsek Bukit Intan.
Pantauan wartawan, rombongan Unit Reskrim Intel Polsek Bukit Intan mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Jumat (14/6) sekitar pukul 08.40 Pagi.
Rombongan Kepolisan disambut Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Suriyanto, SE.
Kepada pihak Kepolisian, Suriyanto menjelaskan bahwa pembangunan gedung Dinas kesehatan menggunakan dana APBD Kota Pangkalpinang tahun 2015 dengan pagu anggaran 3,4 Milyar dan untuk kontrak kerja sebesar 2,9 Milyar
“Kontraktor yang mengerjakan proyek berdasarkan LPLSE adalah PT Tiga Putra Wijaya yang berdomisili di Kota Palembang dengan Direktur Wardanil grup Hendra,” jelas Suriyanto kepada penyidik.
Dijelaskan Suriyanto, bahwa pihak PT Tiga Putra Wijaya akan bertanggung jawab atas insiden robohnya atap yang berada di lantai dua kantornya.
“Perusahaan akan bertanggung jawab untuk perbaikan gedung Kantor Dinas kesehatan tanpa menggunakan Anggaran APBD kota Pangkalpinang, dan kejadian ini akan saya laporkan dan jelaskan hari ini ke Walikota,” jelas Suriyanto.
Terpisah, Kapolsek Bukit Intan AKP Adi Putra mengatakan, hasil penyelidikan akan dibahas lebih lanjut dengan rapat internal pihaknya untuk langkah hukum selanjutnya.
“Polsek Bukit Intan akan serius memantau perkebangan masalah ini sampai tuntas, bila ditemukan ada pelanggaran hukum maka akan dilakukan proses sidik sesuai dengan mekanisme dan prosedur hukum yg berlaku,” tutup Adi Putra.
(bum/das/6)

Related posts