Kasi Pidsus Kejari Pangkalpinang Dilantik

  • Whatsapp

Juga Sertijab Kasi Barbuk

PANGKALPINANG – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalpinang, RM Ari Prioagung memimpin prosesi upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dan Kepala Seksi Barang Bukti (Kasi Barbuk). Pelantikan ini berlangsung di ruang pertemuan Kejari Pangkalpinang, Senin (15/4/2019).
Posisi Kasi Pidsus yang semula dijabat Dodi Junaidi, satu dari sekian korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT-610 beberapa waktu lalu, sekarang dijabat oleh Edowan yang
sebelumnya bertugas sebagai Kasi Pidum Kejari Kota Tegal, Jawa Tengah.
Sedangkan Ferdyan sebelumnya menjabat Kasi Barbuk, kini dipromosikan sebagai Pemeriksa di Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kasi Barbuk kini dijabat Agus Tono yang menjabat sebagai Kasi Pidum Kejari Bangka Tengah.
Kajari mengatakan, mutasi dilingkungan kejaksaan merupakan hal yang biasa dilakukan. Mutasi ada tiga kriteria, yaitu mutasi karena promosi, hukuman dan penyegaran.
“Untuk Kasi Pidsus, saya berpesan supaya mulai untuk beradaptasi lah dengan wilayah di sini. Setiap wilayah kan berbeda, dia harus maping dulu dan pembenahan dulu ke dalam, baru dia keluar,” kata RM Ari Prioagung ditemui Rakyat Pos, usai pelantikan itu.
Ia menekankan Kasi Pidsus yang baru saja dilantik agar segera beraksi (action) dalam menangani tunggakan perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) yang lama.
“Kan masih ada yang disidik, nanti anak buahnya yang melaporkan itu. Mestinya dia sudah mulai harus action, jasi selesai Pemilu ini baru dia action, baru jalan,” ungkapnya.
Ari mengingatkan Kasi Barbuk yang baru untuk melanjutkan program kerja Kasi Barbuk yang lama. Kasi Barbuk harus bisa berinovasi untuk kepentingan masyarakat.
“Kasi Barbuk ini kan Kasi yang belum lama, belum ada SOP nya, jadi dia harus pintar berinovasi terhadap penanganan barang bukti dan barang rampasan. Itu sudah tugas pokok dia mengenai barang bukti yang akan dimusnahkan, harus dikembalikan karena barang bukti bermacam-macam Jadi, bagaimana masyarakat mudah mendapatkan barang bukti haknya. Memudahkan pemilik barbuk gak repot lagi, gak ada pungutan-pungutan dan jangan sampai dia mau mengambil barbuk misalnya motor dia yang dicuri kan disita tuh itu nanti dibuat dengan mudah. Tidak diperbolehkan lagi ada pungutan-pungutan,” tegasnya.
Kajari menyebutkan, pengambilan barang bukti tidak ada pungutan sama sekali alias gratis termasuk tilang juga tidak ada penyerahan duit ke kejaksaan, melainkan langsung ke bank.
“Jadi, tidak ada uang cash yang beredar. Mudah-mudahan penanganan perkaranya action lagi, bisa berjalan sesuai dengan target,” tukasnya. (bis/1)

Related posts