Kasatker SDA PUPR Bakal Tersangka

No comment 421 views


Tunggu Ekspose Perkara

PANGKALPINANG – Pengusutan kasus dugaan korupsi rehabilitasi pipa kolong di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel) sepertinya belum menemukan titik terang.
Pasalnya, penyidik Pidsus hingga kini tak kunjung menetapkan adanya tersangka dalam kasus ini. Parahnya lagi, penetapan tersangka diduga sengaja diperlambat alias molor dan harus menunggu ekpos dulu.
Awalnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkum dan Humas) Kejati Babel, Roy Arland di grup WhatsApp menyebutkan bahwa mudah-mudahan sebentar lagi akan ada penetapan tersangka kasus rehab pipa kolong merawang.
“Mudah-mudahan paling sore ini atau besok. Tetapi harus menunggu ekspose lagi,” ungkapnya, Kamis (10/8/2017).
Dilansir, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) SNVT Pelaksana Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Abdullah Roni diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Pidsus Kejati Babel), Senin (29/5/2017).
Informasi yang berhasil dihimpun, Roni menjalani pemeriksaan dimulai pagi hingga sore hari lantaran laporan LSM kepada pihak kejaksaan terkait dugaan korupsi rehabilitasi instalasi pipa transmisi kolong atau intake di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Proyek rehabilitas ini senilai Rp4,7 miliar yang dibiayai APBN dengan kontraktor PT. RM.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Humas Kejati Babel, Roy Arland ketika dikonfirmasi Rakyat Pos mengatakan, ada dua orang yang diperiksa dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi rehabilitasi pipa itu.
“Memang benar, kemarin penyidik telah memeriksa dua orang, yakni Kasatker SDA Satker Pipa PUPR dan seorang stafnya dalam kasus dugaan korupsi pemeliharaan pipa. Penanganan perkara ini masih dalam proses penyelidikan,” ungkap Roy ketika dihubungi via telepon genggamnya, Selasa (30/5/2017) malam.
Diakuinya, pemeriksaan terhadap pejabat satuan kerja SDA dan stafnya itu masih dalam kapasistas sebagai saksi dan pihak Kejati baru memeriksa dua saksi hingga saat ini.
“Penanganan kasus inikan baru tahap awal dan baru saja disidik. Mereka diperiksa terkait kasus dugaan korupsi rehab pipa di Merawang. Inikan ada dua proyek dan ini hanya rehab, memang bukan pipa baru,” jelasnya.
Roy menyebutkan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pendalaman dalam perkara dugaan korupsi Rehabilitasi Pipa Merawang tahun anggaran (TA) 2016 itu.
“Kita masih puldata dulu dan dalam perkara ini ada adendum pas lagi merehab, intakenya ada yang roboh. Bukan pengadaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatker SDA PUPR Babel, Abdullah Roni ketika dikonfirmasi usai pemeriksaan meminta kepada wartawan untuk tidak memberitakan dirinya diperiksa penyidik Pidsus Kejati Babel.
“Janganlah dulu, saya hanya dimintai keterangan saja. Dak usah diekpos lah bos (wartawan-red),” elaknya sembari memohon untuk tidak diekpos usai pemeriksaan itu.
Roni mengklaim dirinya dan seorang staf diperiksa oleh penyidik dimulai sejak pukul 13.30 WIB dan diperiksa hanya untuk dimintai keterangan saja.
“Saya hanya dimintai keterangan hanya masalah pekerjaan saja. Ya, itukan mungkin ada teman-teman yang ngadu kan ke sini dan kita hanya diminta keterangan,” elaknya lagi.
Lebih lanjut Roni mengaku, dirinya dan stafnya baru pertama kali diperiksa dalam kasus rehabilitasi pipa itu.
“Hanya kami berdua,” tandasnya singkat seraya menyalami satu persatu jurnalis yang meliput pemeriksaan itu.
Dalam pantauan wartawan, Roni memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan diantar oleh sopirnya dengan menggunakan kendaraan dinas jenis Isuzu Fanther berwarna hijau nomor polisi (Nopol) BN 1554 Z.
Selain Roni, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap staf Satker SDA, yaitu Mulyanto yang mengenakan baju berwarna putih dan bercelana hitam. Mulyanto adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek intake dan rehabilitasi pipa transmisi kolong Merawang itu. Ada lagi dua nama pegawai yakni IF dan IS yang diduga terlibat dalam kegiatan rehabilitasi tersebut, namun belum dipanggil pihak kejaksaan. (bis/6)

No Response

Leave a reply "Kasatker SDA PUPR Bakal Tersangka"