Kasat Reskrim Bangka Nyaris Adu Jotos Saat Massa Tutup Akses Pintu Masuk Kejari Bangka

  • Whatsapp
Massa yang melakukan aksi protes di Kantor Kejaksaan Negeri Bangka, Jumaat (27/11).

RAKYATPOS.COM,SUNGAILIAT — Ratusan warga Kelurahan Kenanga memblokade akses pintu akses Kantor Kejaksaan Negeri Bangka, Jumaat (27/11). Hal ini sebagai bentuk protes keenam warga yang ditahan atas laporan pemalsuan dokumen dan jabatan saat menandatangani undangan sosialisasi rencana persetujuan pemberian kuasa menggugat hukum PT BAA di kenanga.

Pantauan Rakyat Pos, setiap kendaraan yang hendak masuk ataupun keluar gedungpun tidak diperbolehkan oleh massa dengan cara menutup pagar dan duduk dibelakangnya. Hal ini menimbulkan kegaduhan antara aparat kepolisian maupun pegawai kejaksaan yang terlibat adu mulut, bahkan Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Dedi Setiawan hampir terlibat bentrok fisik dengan warga yang mencoba membuka ruang namun tetap dihalangi massa.

Read More

Kemarahan warga memuncak ketika Dedi tidak terima ‘ditunjuk hidung’ oleh warga sehingga menimbulkan adu mulut. Beruntung anggota polisi dan warga lainnya langsung memeluk keduanya yang hampir terlibat bentrokan fisik.

Dalam aksinya itu, massa tetap menuntut agar penahanan enam warganya ditangguhkan karena beberapa diantaranya masih sakit dan hamil.

Koordinator aksi Yuniot Man Sefendi mengatakan, keenam orang yang ditahan tersebut merupakan RT meskipun sudah mengundurkan diri.

“Yang buat undangan itu saya sendiri, dan mereka ini hanya mengetahui saja dalam undangan itu. Saya juga sudah jelaskan ke penyedik,” tambahnya.

Yuniot menjelaskan, penahanan yang dilakukan aparat terlalu dipaksakan, terlebih kasus ini tergolong kasus kecil sehingga tidak perlu dilakukan penahanan.

“Mereka ini bukan pembunuh, merampok atau korupsi. Harusnya diskresi, tahanan rumah apalagi dimasa pandemi Covid-19 seperti ini,” paparnya.

Kuasa Hukum warga Zaidan, berharap agar keenam warga tersebut dapat dibebaskan terlebih lagi kasusnya abal-abal.

“Mereka ini ada yang hamil, sakit, pengurus mesjid serta panitia pembangunan masjid. Tapi mungkin kejaksaan punya prosedur lain. Kita berharap bisa keluar hari ini mengingat kasus ini abal-abal. Menurut aku itu rekayasa,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Bangka, Rizal belum bisa mengambil keputusan terkait aksi tersebut dan masih akan mempelajarinya.

Related posts