by

Kasat Lantas Bantah Selingkuhi Istri Brimob

 Calon Kades Kulur Terjerat Kasus Asusila

PANGKALPINANG – Oknum perwira Polres Bangka Selatan (Basel) yang menjabat sebagai Kasatlantas, AKP Adi Wirana membantah tuduhan dirinya terlibat dugaan perselingkuhan dengan Wina Septianti istri anggota Brimob Polda Babel.

Hal itu disampaikannya terkait tudingan pemberitaan selingkuh yang telah diekspos salah satu media online dalam konferensi pers di Hotel Centrum Pangkalpinang, Kamis (27/9/2018) siang.

AKP Adi Wirana menyangkal, informasi dugaan perselingkuhan dirinya dengan Wina Septianti yang tersebar melalui laporan informasi (LI) di salah satu hotel berbintang di wilayah Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) pada Selasa (11/9) lalu.

“Jadinya sepihak ini. LI itu setiap anggota Polri bisa membuat LI. Cuman kan, LI juga harus melalui proses apakah A1 (benar, red) atau tidak. Memang, secara etika saya akui salah, dan pihak Propam Polda Babel sudah melakukan pemeriksaan dan saya siap menerima konsekuensinya,” tuturnya.

Adi menduga, LI yang dibuat oleh Briptu RP (suami Wina Septianti) dan disebarluaskan bersifat pengalihan isu saja untuk memperjuangkan hak asuh anak lantaran hubungan pernikahan keduanya saat ini tengah di ujung tanduk lantaran Briptu RP digugat cerai WS dan telah menjalani proses sidang pertama pada Rabu (19/9), sepekan pasca dugaan perselingkuhan yang mana gugagatan cerai itu sudah lama diajukan oleh Wina Septianti.

“Kalau memang terjadi perselingkuhan kenapa tidak jadi penggerebekan, apalagi pada saat itu mereka sudah mengetahui keberadaan saya di hotel. Selama berada di hotel saya bahkan sempat komunikasi dengan seorang perwira brimob yang kebetulan berada di hotel juga. Kalau memang terjadi apa-apa disana pasti ada bekasnya, kalau memang tidak ditemui bukti kan bisa divisum juga. Kenapa mereka tidak lakukan. Bahkan malamnya, setiba istri saya dari Jakarta kami langsung menuju hotel kembali untuk menemui wina sekaligus memberikan nasehat padanya,” terangnya.

Bahkan, dirinya dan istri pun sempat menyapa anggota Brimob Brigadir Aryo yang kebetulan ada disana karena dirinya dan istri beranggapan tidak ada masalah perselingkuhan karena memang sudah kenal baik dengan Wina dan keluarganya.

Ditegaskannya sekali lagi, pertemuan awal dirinya dengan Wina Septianti tak lain hanya untuk berkonsultasi terkait permasalahan keluarga Wina Septianti yang sedang dijalani saat ini. Apalagi, hari itu pula kakak kandung Wina Septianti berkunjung ke Pangkalpinang dari Pulau Belitung dan meminta bantuan Adi Wirana membuka hotel tadi untuk beristirahat selama berada di Pulau Bangka.

“Hotel itu sudah saya buka kan, namun Wina Septianti belum menuju ke hotel karena masih ada pekerjaan. Saya saat itu komunikasi sama Wina apa ia sudah di hotel belum, namun masih ada kerjaan, WS minta tolong kan langsung diambilkan kunci, saya ambil. Kamar sudah saya buka, kunci sudah diambil lalu saya tinggakan turun dalam keadaan terbuka dengan kunci ada disana,” paparnya.

“Kita telfon-telfonan kan, dia ngasih tahu dia sudah sampai, sudah di kamar, saya pikir sudah ada keluarganya. Saya kembali ke kamar, dan saat saya datang rupanya belum datang keluarganya, jadi pas datang disuruh masuk oleh Wina, karena sudah kenal baik dan pintu kamar terbuka saat itu. Saya kan gak enak lama-lama, memang sempat ngobrol sebentar masalah keluarganya itu. Sudah itu saya izin pulang katena mau jemput istri dulu ke bandara dan janjian bertemu kembali. Setelah jemput istri, kembali ke hotel sama istri, telvon gak diangkat, apa sudah tidur, yang jelas keluarganya sudah datang,” tambah Adi Wirana.

Sedangkan Wina Septianti (20) didampingi ibunda tercinta Sujardiatun (54) dan putra semata wayangnya Wira (2) dalam konferensi pers ditempat terpisah mengaku bahwa dirinya telah berkenalan baik dan sudah dianggap sebagai keluarga sendiri oleh AKP Adi Wirana.

“Saya sudah kenal lama dengan keluarga Pak Adi Wirana sekitar empat tahunan sejak kelas tiga SMA. Dia (AKP Adi Wirana) baik orangnya. Kalau dia nganggap saya seperti anaknya sendiri karena putri sulungnya juga gak beda jauh umurnya yang kini sudah SMA,” cerita Wina.

Mantan Alumni SMAN 4 Pangkalpinang ini hari ini berencana akan melaporkan dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh suaminya RP ke Mapolda Babel. “Besok, saya akan melaporkan suami saya ke Mapolda Babel terkait Instagram atas dugaan pencemaran nama baik,” tandas Wina.

Sementara itu Briptu RP dikonfirmasi via handphonenya hanya berjanji akan menghubungi kembali untuk diwawancara. “Paling nanti saya kabarin, nanti saya telpon balik ya dan saya atur waktunya,” elaknya sembari menutup pembicaraan itu.

Sementara itu, salah satu calon Kepala Desa (Kades) Desa Kulur Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah berinisial RP (56) terjerat kasus asusila karena diduga mencabuli anak dibawah umur sebut saja Bunga (17) warga setempat.

Terungkapnya kasus keji itu setelah Mansur, ayah korban melapor perbuatan tersangka ke kepolisian kantaran kedapatan melakukan perbuatan persetubuhan terhadap korban Bunga. Tersangka RP pun telah diamankan petugas menindaklanjuti laporan Ayah korban.

“Pelaku kami tangkap setelah menerima laporan dari ayah korban dan berdasarkan laporan itu pelaku dibujuk rayu dan memberikan sejumlah uang kepada korban sebelum melakukan perbuatan asusila,” kata Kasat Reskrim AKP. Robby Ansyari seizin Kapolres AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang, SIK didampingi Kabag Ops Kompol Sarwo Edi Wibowo saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Jum’at (28/9/2018).

Dikatakannya, hasil pemeriksaan awal bahwa pelaku sudah melakukan tindakan persetubuhan terhadap korban sebanyak 10 kali dalam satu tahun terakhir.

“Hasil pemeriksaan awal kami pelaku sudah mengakui perbuatannya dan mengaku hanya tiga kali melakukan perbuatan itu, namun pengakuan korban perbuatan itu sudah terjadi 10 kali,” ucapnya.

Pihaknya akan mendalami kasus itu dengan memeriksa pelaku lebih jauh dan memanggil sejumlah saksi terutama ayah korban. “Diketahui pelaku adalah mantan kepala desa dan calon kepala desa yang akan mengikuti pemilihan tahun ini,” terangnya.

Ia menambahkan, pelaku dan beberapa barang bukti berupa pakaian sudah diamankan di Mapolres Bangka Tengah untuk penindakan kasus lebih lanjut.

“Untuk saat ini pelaku bisa dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tukasnya. (bis/ran/6)

Comment

BERITA TERBARU