by

Karakter Seorang Pemimpin

-Opini-226 views

Oleh: Pearl Princila Manurung
Mahasiswa Fakultas Hukum UBB

Pearl Princila Manurung

Mendengar kata PEMIMPIN, sudah hal yang tidak lumrah lagi bagi kita yang berada di lingkungan pemerintah, masyarakat, maupun organisasi. Hal ini tentu saja sejalan dengan apa yang sudah dilakukan seorang pemimpin, untuk melihat seberapa besar kontribusi yang dilakukannya pada lingkungan sekitar. Kita paham betul pemimpin ialah orang yang mempunyai kewibaan dan kekuasaan. Tetapi, dalam hal ini kekuasaan seringkali menimbulkan perpecahan dan kontra antara pemimpin maupun anggota dalam suatu wadah tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka dari itu dibutuhkan yang namanya mengatur sebuah kekuasaan ketika menjadi seorang pemimpin.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kekuasaan adalah kuasa untuk mengurus, memerintah, dan sebagainya. Kekuasaan juga berarti kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik serta daerah (tempat dan sebagainya) yang dikuasai. Sedangkan Menurut para ahli Robert MacIver, kekuasaan merupakan kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain baik secara langsung dengan jalan memberi perintah atau dengan tidak langsung dengan jalan menggunakan semua alat dan cara yang tersedia. Secara umum kekuasaan dapat diartikan sebagai bentuk kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain agar bisa melakukan tindakan yang dikehendaki atau diperintahkan.

Kekuasaan pasti berkaitan dengan yang namanya pemimpin. Menurut KBBI, Pemimpin adalah orang yang memimpin. Keunikan dari pemimpin, ia adalah orang yang telah dipercayakan, ketika kita dipercayakan untuk menjadi seorang pemimpin akan sebanyak tuntutan yang di dapat. Misalnya saja seorang pemimpin dalam sebuah organisasi yang siap bekerja dengan totalitas dan loyalitas dipercayakan oleh anggota-anggotanya dalam suatu organisasi. Sudah sepatutnya, pemimpin juga akan mempercayakan anggota-anggotanya untuk bahu membahu dalam membentuk suatu organisasi yang berkualitas. Tetapi, kebanyakan ketika pemimpin yang bekerja dengan totalitas dan loyalitas, disini akan ada pemikiran satu atau dua orang anggota, tanggung jawabnya sudah selesai begitu saja. Padahal, satu atau dua orang bahkan lebih dalam sebuah organisasi tidak akan pernah berpikir dengan perjuangan seorang pemimpin yang ingin menunjukkan kewibaan dan kekuasaannya.

Banyak rintangan yang dilalui setiap pemimpin, misalnya siap untuk direndahkan, siap untuk ditolak, siap menempuh hujan atau panas, kesedihan hanya bisa dipikul sendiri untuk menjalankan suatu pekerjaan yang telah dipercayakan kepada seorang pemimpin. Tetapi, dari sini pemimpin akan mendapatkan banyak pengalaman akan apa yang dialaminya. Seorang pemimpin harus mempunyai karakter yang tegas, serius, bercanda, dan karakter yang lain dalam suatu wadah. Sehingga, karakter seorang pemimpin akan semakin terus diperbaharui. Untuk itu, belajarlah dari seorang pemimpin yang memberi sebuah tanggung jawab yang sudah diamanahkan kepada setiap anggota. Karena, ketika kita sudah bertanggung jawab untuk apa yang diamanahkan, pemimpin pun akan tahu pribadi kita lebih lagi. Dalam kesempatan ini juga, kita mengetahui seberapa besar tanggung jawab yang bisa kita pegang sebagai anggota yang bagian dari wadah itu, dan kita pun akan mendapatkan pengalaman dari tanggung jawab yang kita pegang masing-masing.

Selain itu, untuk melihat apakah kita benar seorang pemimpin, kita bisa melihat sebuah filosofi setengah gelas penuh. Ketika melihat gambar gelas yang berisi air, akan timbul pernyataan dari gambar itu yaitu gelas setengah penuh atau gelas setengah kosong. Mana yang akan kita jawab? Jika kita menjawab gelas setengah penuh, maka kita orang yang optimis. Dan ketika kita menjawab gelas setengah kosong, maka kita orang yang pesimis. Pemimpin tidak ada yang pesimis, melainkan pemimpin mempunyai karakter yang optimis. Akan timbul pertanyaan baru, mengapa filosofi setengah gelas penuh salah satu bisa dijadikan untuk melihat kepemimpinan kita? Alasannya bisa diambil bahwa pemimpin harus berpikir positif dengan yang menjawab setengah gelas penuh, kita menganggap keberadaan air itu di gelas walaupun hanya setengah, berbeda dengan hal yang menjawab setengah gelas kosong mungkin seseorang itu tidak menganggap akan keberadaan air itu di gelas.

Selain itu, dari filosofi setengah gelas penuh belajar lagi bahwa, pemimpin tidak mudah menyerah. Jika pembaca menjawab dengan gelas setengah penuh, dia akan terpintas untuk memikirkan cara mengisi air itu. Lain halnya seseorang yang menjawab gelas setengah kosong, dia mungkin tidak akan berpikir cara untuk mengisi air digelas itu. Dari sini kita mengetahui, kita seorang PEMIMPIN atau DIPIMPIN.

Seorang pemimpin akan selalu mengatakan, “KITA” untuk melakukan suatu pekerjaan. Karena pemimpin menyatakan bahwa semua orang yang ada dalam suatu wadah ialah satu tubuh. Satu tubuh artinya saling membutuhkan satu sama lain, tidak ada yang lebih tinggi atau rendah. Dan juga pemimpin akan berkata “Ini memang sulit, tetapi mungkin”. Beda halnya orang yang dipimpin “Ini memang mungkin, tetapi sulit”. Dua kalimat yang hampir sama tetapi mempunyai makna yang berbeda. Bahwa pemimpin, mempunyai solusi dan harapan akan apa yang dikerjakan. Pemimpin juga bukan untuk mencari pengikut, tetapi melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

Bagaimana cara kita menjadi seorang pemimpin? Pertama, dengan cara berani untuk bertindak. Berani bertindak merupakan salah satu hal dasar yang harus dilakukan seorang pemimpin, tidak apa-apa malu atau salah karena tindakan kita. Kita akan belajar lagi, karena tidak ada jalan yang mulus selalu ada rintangan dari sini kita bisa belajar akan bertindak sebagai seorang pemimpin. Kedua, kita harus mempunyai strategi. Misalnya, dimulai dengan mendekati satu per satu anggota kita, mengetahui masing-masing karakter yang dimiliki setiap anggota, tahu menempatkan karakter pribadi seorang pemimpin dengan anggota, mempunyai ide kreatif dalam menciptakan inovasi yang baru dalam suatu wadah tersebut.
Tidak ada hal yang sulit, ketika kita mempunyai kemauan terlebih dahulu. Saat kemauan ada dalam diri kita, karakter seorang pemimpin akan terbentuk dalam setiap pribadi manusia. Tetap Semangat.(****).

Nama : Pearl Princila Manurung
Tempat, Tanggal Lahir : Lubuk Pakam, 18 April 1998
Jurusan : Ilmu Hukum
Fakultas : Hukum

Comment

BERITA TERBARU