Kapolri Dukung Pemda Tingkatkan Budidaya Udang

  • Whatsapp

Terbitkan TR, Siap Amankan Giat Pembudidayaan untuk Recovery Ekonomi

Ketua Umum APTIN, Hidayat Arsani (baju putih) saat berada di lokasi pembudidayaan tambak udang di Kabupaten Bangka Selatan. Hidayat mengapresiasi kebijakan Kapolri yang mendukung petani tambak untuk berproduktivitas membantu merecovery ekonomi nasional. (Foto: dok)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Idham Azis menegaskan jajarannya harus mendukung program pemerintah, terutama dalam hal peningkatan produktivitas udang nasional untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.

Read More

Penegasan Kapolri itu disampaikan melalui Surat Telegram (TR) Kapolri Nomor: ST/2173/VII/OPS.2/2020 tanggal 27 Juli 2020. Dalam TR itu permasalahan tambak udang yang dihadapi investor di berbagai daerah, ternyata mendapatkan perhatian dari Kapolri.

Ia meyakini peningkatan produktivitas udang dan ikan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sesuai dengan surat telegram, kami siap melakukan beberapa langkah strategis,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan kepada wartawan Jumat (31/7/2020) di Jakarta.

Langkah strategis Polri diantaranya berkoordinasi serta mendorong pemerintah daerah untuk mereduksi ketentuan dan aturan yang menghambat pertumbuhan pelaku usaha tambak udang dan ikan. Reformasi birokrasi dinilai sangat perlu agar pelaku usaha tambak udang dan ikan tidak terbebani oleh pengurusan aturan yang panjang.

“Langkah lain kami akan mengamankan giat pembibitan, pembudidayaan, jalur distribusi dan perdagangan hasil budidaya tambak udang oleh pelaku usaha dalam rangka menjalankan program recovery ekonomi melalui budidaya udang,” ujarnya.

Dia juga mengimbau jajaran kepolisian untuk mengedapankan pembinaan terhadap para pelaku usaha perikanan budidaya. Tindakan hukum hanya untuk pelaku budidaya yang melakukan pelanggaran berat, seperti mengedarkan narkoba atau aktivitas yang dapat merusak lingkungan secara masif.

“Kami juga mengedepankan pembinaan dan pengawasan supaya tidak mengganggu iklim investasi yang sedang digalakkan pemerintah,” tambahnya.

Disisi lain, sambung Kabagpenum, kepolisian akan mengambil tindakan terukur terhadap pihak yang menggangu dan menghambat program-program pemulihan ekonomi nasional, salah satunya program budidaya udang seluruh Indonesia.

Related posts