Kapolres Pangkalpinang Imbau Masyarakat Tidak Membakar Hutan dan Lahan

  • Whatsapp
Kapolres Pangkalpinang, Tris Lesmana Zeviansyah

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG– Kapolres Pangkalpinang, AKBP Tris Lesmana Zeviansyah mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan atau hutan. Menurutnya, sanksi hukum menanti bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Ada aturannya terkait pembakaran hutan sudah diatur dalam undang-undang. Ada larangan membuka lahan dengan cara membakar,” kata kapolres kepada wartawan, Senin (10/8/2020).

Pihaknya, kata dia, melalui anggota Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan yang berada di wilayah hukum Polres Pangkalpinang rutin memberikan imbauan kepada masyarakat.

“Sebagai langkah antisipasi, kami Polres Pangkalpinang rutin melaksanakan patroli rutin baik secara fisik, maupun diaplikasi untuk mendeteksi lokasi rawan dan deteksi dini lokasi kebakaran yang terjadi,” kata kapolres.

Baca Lainnya

Selain itu, dia juga mengharapkan agar masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok atau membakar sampah, yang bisa mengakibatkan kebakaran. Menurut kapolres, kebakaran hutan berdampak luas baik bagi ekosistem dan kesehatan masyarakat luas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Adi Putra siap melakukan penindakan berupa penegakan hukum terhadap pelaku yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

“Kalau imbauan dan penekanan dari kapolres tidak diindahkan maka kami Sat Reskrim Polres Pangkalpinang akan melakukan penegakan hukum, sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Adi Putra.

Untuk diketahui, Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pasal 108 menyebutkan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar. (ist/r2)

Related posts