Kapolres Beri Waktu Seminggu kepada Exbar – Warga Berembuk

  • Whatsapp
Kapolres Belitung bersama unsur Forkompimda dan elemen terkait lainnya di Kabupaten Belitung, foto bersama disela-sela Coffe Morning bareng yang digelar di Aula Endra Dharma Laksana, Belitung pada Selasa (30/07/2019).(foto: dodi).

Gelar Coffe Morning Bareng Forkopimda

TANJUNGPANDAN – Menjelang pelantikan Presiden, Wakil Presiden dan Anggota Legislatif tahun 2019 ini, Polres Belitung menggelar Coffe Morning bareng Pejabat dari unsur Forkopimda dan elemen terkait lain di Kabupaten Belitung.

Kegiatan berlangsung di Aula Endra Dharma Laksana, pada Selasa (30/07/2019), dilakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif. Disamping itu, membahas beberapa permasalahan yang bisa menimbulkan konflik dilingkungan sekitar, yaitu terkait investasi dunia hiburan yang masih mengalami penolakan masyarakat. Sedangkan hal ini sebagai penunjang Pariwisata di Kabupaten Belitung.

Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana menyampaikan, ada penilaian terhadap beberapa Polres terkait dengan pelayanan kepada masyarakat.

Polres Belitung gagal mendapatkan peringkat terbaik akibat tidak bisa menjamin keamanan terkait investasi yang dilakukan investor yaitu Extreme Bar.

“Sebenarnya potensi konflik itu, kita harus cari win-win solution. Dengan mewadahi atau memfasilitasi suatu forum yang kita konsep serius tapi santai,” kata Kapolres Belitung, AKBP Yudhis Wibisana kepada Rakyat Pos, usai coffe morning.

Menurutnya, permasalahan Extreme Bar dengan warga sekitar yang dapat menimbulkan konflik itu merupakan pekerjaan rumah Polres Belitung yang ditunda dikarenakan Pemilu 2019 lalu.

“Ini sebetulnya PR di 2018 yang kita kesampingkan, karena kita fokus ke Pemilu. Karena rangkaian Pemilu 2019 kan dari 2018. Pemilu sudah usai semuanya tinggal menunggu pelantikan, kita coba satu-satu PR ini kita selesaikan,” ujarnya.

“Karena dari dua belah pihak masing-masing masih mempunyai kekurangan. Dari pihak pengusaha juga masih ada kekurangan dalam artian ada kesalahan pada saat memulai terlepas dari legalitas yang sedang berproses maupun memulai dengan membina hubungan dengan masyarakat setempat,” lanjutnya.

Dalam hal ini, aparat penegak hukum Polres Belitung tidak akan memihak kepada siapapun, hanya saja forum ini sebagai jembatan untuk kedua belah pihak saling membuka diri untuk mencari solusi.

“Polres tidak boleh memihak ke pihak manapun, masyarakat ataupun pengusaha. Kita anggap dua-duanya salah dan dua-duanya benar. Tinggal mencari solusinya,” ucapnya.

Setelah pertemuan ini, Yudhis memberikan waktu satu minggu agar keduanya (exbar – warga) bisa berkomunikasi lebih lanjut.

“Kita berikan waktu satu minggu untuk mereka pengusaha dan masyarakat untuk saling berembuk agar ada kesepakatan,” pungkasnya.

Disamping itu, Hartian selaku juru bicara warga Rt 9 Kelurahan Tanjung Pendam Kecamatan Tanjungpandan menyampaikan bahwa coffe morning ini sebagai bentuk upaya Polres Belitung dalam menyelesaikan permasalahan Extreme Bar.

“Pihak Polres Belitung ingin menyelesaikan permaslahan extreme bar. Dari undangan itu kita lihat ada laporan dari Kelurahan Tanjung Pendam terkait aktifitas x-bar,” ujar Hartian kepada Rakyat Pos.

Hartian pun menegaskan, dari pihak masyarakat tidak akan ada membuat hal-hal yang berpotensi menjadi konflik. Sebab, dalam hal ini masih banyak aparat penegak hukum yang lebih berwenang.

“Kalau untuk potensi konflik Insya Allah tidak ada kalau dari pihak kami. Sikap masyarakat terakhir dari Kasat Pol PP sudah ditutup, kami sudah berterima kasih,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, Hartian belum bisa apa yang akan dilakukan masyarakat, karena dirinya akan menanyakan ulang terkait sikap dan solusi kelanjutan untuk hal ini.

“Saya belum tahu, sayakan hanya jubir. Jadi, saya nanti akan tanyakan kepada warga, keinginan dari Kapolres mempertemukan antara pihak exbar dengan warga mencari jalan tengah itu keputusannya ada di warga sebagai pihak terdampak,” imbuhnya. (dodi/3)

Related posts