Kapolda Tegaslan Bersikap Terbuka dan Tertutup

  • Whatsapp
Kapolda Babel Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat, Rektor UIN Syakh Abdurrahman Siddik Dr. Zayadi, Akademisi UBB Dwi Hariyadi menjadi Pembicara di FGD di Bangka Tengah.(foto: tamimi)

KOBA – Kapolda Kepulauan Provinsi Bangka Belitung Brigjen Anang Syarif Hidayat menegaskan bersikap terbuka dan tertutup dalam menangkal paham radikalisme dan intoleransi diwilayah hukum Polda Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka Tengah.

Hal itu disampaikan Kapolda Babel disela-sela kegiatan Forum Grup Discussion (FGD) bertema “Upaya menangkal paham radikalisme dan intoleransi diwilayah Selawang Segantang guna terciptanya situasi aman, tertib dan kondusif” di Gedung Serbaguna Pemkab Bangka Tengah, Rabu (11/03/2020).

Read More

Dikatakannya, penangkalan secara terbuka dengan melakukan diskusi dan berdialog kepada masyarakat. Sedangkan penangkalan secara tertutup dengan melihat dari bawah untuk memonitor ada atau tidak gerakan-gerakan yang menonjol paham ini diwilayah tersebut. “Alhamdulillah sampai sekarang belum ada aktivitas seperti ini yang menonjol,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan isu-isu menonjol yang bakal dilemparkan ke media sosial pun menjadi pantauan mereka. Seperti isu negatif mengarah pada paham radikalisme dan intoleransi.

“Jika ada, maka kita lakukan take down atau dinonaktifkan sebagai antisipasi agar tidak meluas. Berbagai macam cara yang sudah dilakukan baik secara internal Polda Babel maupun Mabes Polri,” tuturnya.

Terkait berita yang beredar apakah sudah terindikasi ke isu radikalisme dan intoleransi, menurutnya isu tentang menjatuhkan pemerintahan yang sah belum ada. Tetapi, jika sebatas sharing pendapat dan diskusi masih dalam batas kewajaran.

“Jika ada paham yang ingin menjatuhkan pemerintahan yang sah, anti Pancasila, anti NKRI, maka menjadi perhatian kami untuk mendalami gerakan tersebut, mudah-mudahan itu tidak terjadi,” harapnya. (ran)

Related posts