by

Kapolda Siap Korban Nyawa

Syaiful Zachri

Teroris di Babel Mungkin Ada
Syaiful: Banyak Keliru Pemahaman Agama

PANGKALPINANG – Pasca serangkaian aksi terorisme di beberapa wilayah Indonesia, yang diawali kejadian di Mako Brimob Depok, bom tiga gereja dan Makopolrestabes di Surabaya, ledakan di rusun Sidoarjo hingga penyerangan Mapolda Riau, ternyata berimbas terhadap investasi, keamanan serta pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Sebagai garda terdepan pengamanan, Kapolda Babel Brigjend Syaiful Zachri menyatakan siap mengorbankan nyawanya untuk Bangka Belitung dan keutuhan NKRI dari para pelaku teroris.
“Saya siap korban jiwa untuk bapak ibu. Kalau ada yang menganggu NKRI, kita siap mendahului, tapi kami gak sendiri ada TNI dan seluruh masyarakat alim ulama inilah yang bersatu padu yang berani menyelamatkan NKRI,” tegasnya dalam Dialog “Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat Melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Babel di Hotel Puncak Pangkalpinang, Kamis (17/5/2018).
Oleh karena itu, kapolda mengimbau agar masyarakat waspada, dan polisi bekerjasama dengan TNI serta masyarakat terus melakukan pengamanan di sejumlah titik di daerah, karena tidak menutup kemungkinan di Babel juga ada pelaku teroris.
“Yang kita waspadai mereka (teroris) dimana-mana, tak menutup kemungkinan di Babel. Tapi saya katakan saat ini Babel masih kondusif, walaupun ada medsos yang melecehkan anggota tapi kita belum tau apa itu pendukung gerakan itu. Yang kita khawatirkan bukan (teroris) di tahanan, tapi di luar ternyata masih banyak. Apakah grupnya, rekannya, simpatisannya,” terang Kapolda.
Ia menyesalkan masih banyak masyarakat yang keliru memahami nilai keagamaan. Sehingga dengan keliru pandangan tersebut, membuat mereka salah jalan dan melanggar hal-hal yang justru dilarang agama seperti menghilangkan nyawa orang lain.
“Tapi yang lebih kita khawatirkan masih banyak masyarakat yang keliru pemahamannya, keagamaan, bagaimana menyadarkan mereka ini tugas kita mengembalikan keimanan mereka,” tambahnya.
Kedepan kapolda yakin bangsa ini juga akan diuji melalui berbagai event yang bisa saja digoyang oleh kepentingan.
“Pemilukada jangan sampai ini dimanfaatkan. Kemudian Asean Games jangan sampai karena aksi terorisme ini menganggu pelaksanaannya, demikian juga akan ada pertemuan IMF, semuanya akan mendatangkan banyak orang ke Indonesia,” bebernya.
Jenderal bintang satu ini menekankan perlu kerjasama yang baik dan semua pihak untuk membangun negara ini serta bersama-sama menciptakan kedamaian dan ketentraman.
“Akibatnya investasi gak mau masuk, tidak ada yang mau bangun bangsa ini kalau gak ada investasi. Kita akhirnya sibuk dengan adu domba dan konflik internal,” ujarnya.
Menurutnya, dua hal yang menjadi penyebab munculnya terorisme. Pertama, dikarenakan memang akidah yang diyakininya bahwa Islam adalah agama paling benar.
“Kedua, kaitan kepentingan, unsur kepentingan baik yang dari internal atau diciptakan kepentingan asing untuk memecah umat Islam. Kepentingan ini akhirnya bisa mengadu domba banyak pihak,” tukasnya.
Dalam kesempatan ini, Kapolda mengajak masyarakat untuk waspada dan bekerjasama dengan kepolisian jika terdapat hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Saat ini, anggota kepolisian dan TNI meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan di seluruh Provinsi Babel.
Sementara Ketua FKPT Babel Riswardi, melanjutkan sebagai salah satu cara untuk melakukan pencegahan adalah dengan digelarnya Dialog “Literasi Digital Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di Masyarakat. Kegiatan ini, merangkul berbagai elemen, tokoh agama, mahasiswa, jurnalis dan media massa yang ada di Babel.
“Kami berharap media massa bisa menjadi media untuk menginformasikan kepada khalayak, tetapi media juga harus jeli, melakukan saring sebelum sharing, trennya di media itu bad news is a good news,” katanya.
FKPT, sambungnya akan begerak turun ke masyarakat, rumah ibadah, memberikan edukasi agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.
“Di bulan Maret kami sudah bentuk wadah, menyatukan perekat bangsa, dan akan melakukan kegiatan positif,” imbuhnya.
Terjadinya aksi terorisme ini, menurut Riswardi karena masih ada celah yang dilakukan oleh pelaku.
“Bila perlu kewajiban wajib lapor bagi pendatang 2×24 jam itu, kita kurangi 1x 24 jam, agar dilakukan pendataan dan deteksi ini bagi pendatang,” tegasnya.(nov/6)

Comment

BERITA TERBARU