Kapolda Pastikan Kasus Penertiban Sijuk Lanjut

  • Whatsapp
Dirreskrimum Polda Babel

PANGKALPINANG – Sejak Selasa lalu Ditreskrimum Polda Babel mulai membuka kembali proses hukum kasus kisruh penertiban tambang ilegal HL Sijuk yang sempat diSP3-kan oleh pihak Polres Belitung.

Puluhan anggota Satpol PP sudah menjalani pemeriksaan intensif secara berturut-turut selama dua hari hingga Rabu (15/1/2020) sore.

Read More

Mereka diperiksa penyidik untuk menggali keterangan dalam perkara dugaan penertiban tambang inkonvensional (TI) timah ilegal berujung ricuh dengan penambang di kawasan Hutan Lindung Geosite Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupatan Belitung pada Sabtu (2/11/2019) silam.

Pantauan Rakyat Pos di Polda Babel, sebagian anggota Satpol PP diperiksa di Ditreskrimum dan sebagian lagi berada diluar Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk menunggu giliran pemeriksaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan membenarkan bahwa anggota Polres Belitung melakukan pemeriksaan terhadap Satpol PP Babel dalam perkara penertiban TI di Belitung.

“Kebetulan, beberapa rekan kita dari Pol PP diperiksa di sini (Ditreskrimum Polda Babel) menindaklanjuti laporan di Polres Belitung, jadi Polres Belitung pinjem tempat kita. Kan mereka (Pol PP) sebagai pelapor juga,” beber Dirreskrimum ditemui Rakyat Pos diruang kerjanya, Rabu (15/1/2020) sore.

Pemeriksaan Pol PP di Polda Babel, ia mengatakan, untuk memudahkan proses, agar tak bolak-balik menjalani proses pemeriksaan ke Polres Belitung.

“Kasat Reskrimnya juga ada di sini, daripada dipanggil di sana (Polres Belitung-red). Kasus yang dilaporkan pengrusakan, pembakaran dan ada pemukulan. Ada Pol PP sebagai korban, ada juga Pol PP yang dilaporkan masyarakat, dua-duanya dilidik semuanya,” urainya Kombes Pol Budi Hermawan.

Eks Irbid Itwasda Polda Metro Jaya (PMJ) ini membeberkan, sudah dua hari Pol PP Babel menjalani proses pemeriksaan. “Dari kemarin (Selasa-red), kan cuma tindak lanjut saja. Mereka kan hanya diperiksa,” ungkapnya.

Budi menegaskan, kepolisian tetap akan melanjutkan laporan yang telah disampaikan masyarakat kepada Kapolda Babel, Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat dan laporan ini bukanlah menjadi atensi khusus.

Selain itu, dirinya memastikan tak akan ada wacana SP3 atau penghentian, dikarenakan perkara tersebut bukan delik aduan yang bisa begitu saja dicabut.

“Gak ada (atensi khusus), kasus yang dilaporkan ya dilanjutkan saja. Gak ada wacana SP3, kalau orang mau berdamai kita tidak bisa melarang tapi penyidik tetap melaksanakan tugasnya melakukan pemeriksaan,” tegas Dirreskrimum.

Sementara itu, Penasehat Hukum (PH) Satpol PP Babel, Kombes Pol Purnawirawan Zaidan usai pemeriksaan tak membantah bahwa Satpol PP selaku kliennya diperiksa oleh penyidik Polres Belitung.

Zaidan menambahkan pihaknya belum menentukan langkah-langkah teknis terkait pemeriksaan terhadap kliennya tersebut.

“Para penyidik dari Polres Belitung mengambil keterangan para saksi, korban mungkin ada perkembangan dari kasus ini. Kayaknya marathon pemeriksaannya, mereka baru diperiksa sebagai saksi, gak perlulah didampingi,” tukas Zaidan. (bis/6)

Related posts