by

Kapolda: Distributor Jangan Timbun Beras

Cek Seluruh Wilayah
Stok dan HET Aman

TOBOALI – Kapolda Bangka Belitung Brigjen Pol Syaiful Zachri mengecek stok dan harga beras di Kabupaten Bangka Selatan. Pemantauan yang didampingi oleh Bupati Basel Justiar Noer, Kajari Basel, Pramono Mulyo dan Kapolres Basel AKBP Bambang Kusnarianto dilakukan pertama kali di gudang beras Akim Toboali. Kapolda Babel menyebutkan berdasarkan hasil pengecekan bersama Tim Satuan Tugas Pangan Provinsi Babel stok beras di Bangka Selata masih cukup. Begitu juga dengan harga beras sesuai dengan harga HET Rp 9000,-/ kilogram.
Selain itu, kata Syaiful, stok pangan di Basel akan langsung didistribusikan dari Pangkalpinang jika stok-nya berkurang. “Pemantauan harga dan stok pangan ini merupakan salah satu tugas pemerintah pusat untuk menjaga stabilitas harga pangan terutama beras dan 9 bahan pokok lainnya, jangan sampai terjadi gejolak harga dan inflasi, juga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, apabila terjadi kendala pangan seperti distribusi, Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera mengatasi masalah tersebut,” jelas Kapolda.
Ia mengingatkan distributor dan pelaku usaha tidak melakukan penimbunan untuk mencari keuntungan sepihak. “Semua wilayah kita cek, para Kapolres dengan Pemda masing-masing melakukan pantauan, setiap hari kita monitor harganya, apabila ada kendala, Satgas Pangan akan menindaklanjutinya” imbuh Kapolda. Menurutnya, pemerintah telah menetapkan harga beras Rp 9000,- perkilogram sehingga jika terjadi gejolak harga di pasar, masyarakat bisa mengawasi dan melaporkan kepada Tim Satgas Pangan agar bisa dikoordinasikan dengan distributor.
“Ada kenaikan harga di Belitung, namun sudah diantisipasi, begitu juga dengan stok dan saat ini sudah normal kembali,” ucapnya.
Kapolda mengharapkan semua pihak dapat mendukung program pemerintah untuk bisa menyediakan harga yang terjangkau bagi masyarakat. “Ikut aturan ketentuan, tidak menaikan harga sepihak dan ikut membantu program Satgas Pangan,” kata Kapolda.
Sementara Bupati Basel Justiar Noer mengatakan beras lokal Bangka Selatan secara bertahap sudah mampu menunjang kebutuhan beras di Bangka Selatan. Di sisi lain, beras medium bulog juga tetap masuk untuk memenuhi pangan dasar masyarakat.
“Untuk itu, kita mengingatkan para pelaku usaha agar tidak menaikan harga sesuai HET pemerintah Rp 9000,- tetapi untuk beras lokal kita khususnya beras merah lokal Basel karena kualitas-nya tinggi harganya pun bisa naik yang disesuaikan dan kesepakatan masyarakat, tetapi untuk beras medium tetap harga HET,” ungkap Justiar.
Sementara itu, untuk menjaga kestabilan harga beras dipasaran dan mencegah terjadinya penimbunan beras, Satuan Polisi Pamong Praja juga melakukan pemantauan ke sejumlah gudang beras yang ada di kota Sungailiat, Selasa (15/1/2018).
Dalam pemantauan yang dipimpin Kabid Penegak Perundang Undangan Daerah Kabupaten Bangka, Achmad Suherman ini tidak ditemukan adanya agen atau distributor yang menjual harga beras di atas harga HET dan menimbun beras.
“Pemantauan ini kita lakukan dalam rangka menindaklanjuti harga beras yang dijual diatas harga HET. Saat kita cek ke gudang, ternyata berasnya banyak dan pedagang tidak menjual beras itu diatas harga HET,” kata Suherman.
Selain itu kata dia, pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap gudang gudang tempat penyimpanan beras yang ada di daerah ini guna menghindari kelangkaan.
“Karena ini kebutuhan masyarakat, jadi tidak boleh disimpan dan ditimbun. Kalau terjadi seperti itu, kami akan pidanakan ini dengan melaporkan perbuatan agen atau distributor kepada pihak Kepolisian daerah ini,” tambahnya lagi.
Sejauh ini belum ditemukan adanya pelanggaran baik oleh pedagang maupun distributor beras yang ada di daerah ini.
“Sejauh ini mereka masih terbuka, berasnya juga banyak, malah yang belinya sedikit,” jelasnya.
Selain melakukan pemantauan terhadap stok beras, kata dia, Satpol PP daerah ini juga akan terus memantau harga beras yang dijual dipasaran yang dapat merugikan konsumen daerah ini.
“Sampai saat ini, harga masih stabil,” tandasnya.
Kendati ada beras jenis medium yang mengalami kenaikan, Suherman menganggap kenaikan itu dalam tahap yang wajar karena pedagang tersebut menjualnya masih dibawah harga HET.
“HET nya Rp13 ribu, tapi mereka menjualnya dibawah Rp13 ribu,” tukasnya.
Terkait dengan laporan adanya kecurangan dan kenaikan harga di wilayah Belitung, Polres Belitung menggelar pengawasanan di sejumlah lokasi distributor di Tanjungpandan, Selasa (16/01).
Kanit Tipiter Satreskrim Polres Belitung Ipda Guntur Napitupulu mengatakan, pengecekan ini diawali mulai dari Gudang Bulog, Jalan Teuku Umar Tanjungpandan. Di lokasi ini, polisi mengecek kondisi kondisi stok beras.
“Untuk sementara stok logistik beras masih aman. Mulai dari pengiriman hingga pendistribusian ke distributor, maupun toko-toko yang ada di Kabupaten Belitung,” kata Ipda Guntur, kepada Rakyat Pos.
Menurut Guntur, saat ini ada kurang lebih ratusan ton beras yang tersimpan di Gudang Bulog Tanjungpandan. Stok tersebut dinilai masih mencukupi kebutuhan beras masyarakat, di Kabupaten Belitung.
Katanya, dalam seminggu pemerintah mengirim beras tersebut kurang lebih dua kali. Hal itu dilakukan lantaran kendala musim angin barat. Biasanya pengiriman dilakukan seminggu bisa tiga hingga empat kali.
Beras-beras itu, diambil dari Sulawesi Selatan. “Ada dua produk beras Bulog yang dikirim ke Belitung. Yakni beras lokal dan Thailand,” ungkap Guntur, sambil menunjukan beras-beras tersebut.
Dijelaskan, untuk beras lokal dibungkus menggunakan kantong kuning. Dan beras impor dari Thailand warnanya putih. Untuk harga, distributor mengambil dari bulog dengan harga Rp 8100 hingga Rp8300 perkilogram.
“Setelah itu mereka menjual kembali ke masyarakat. Harga yang dijual Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9000 perkilo. Peminat beras bulog di Belitung saat ini memang banyak,” ujarnya.
Polisi akan menindak tegas kepada penjual yang menjual beras tersebut dengan harga tinggi. Menurut Guntur, dari hasil penelusuran tidak ditemukan penjual atau pedagang nakal dalam hal ini. Mereka menjual sesuai HET.
“Jika terbukti ada yang memainkan harga, tim satgas ketahanan panggan akan bergerak. Silahkan menjual, namun harus ikuti aturan yang ditentukan. Mereka juga boleh menjual di bawah HET,”pungkasnya.
Sementara itu, Feny salah satu pedagang di Pasar Tradisional Tanjungpandan mengatakan, semenjak harga beras premium naik, masyarakat lebih memilih membeli beras Bulog, di kios miliknya.
Kata wanita bertugas menjaga kios milik neneknya ini, selain beras Bulog murah, rasanya tak kalah dengan beras premium. Sebelumnya, beras premium di pasaran berharga Rp 12 ribu perkilogram. Sekarang menjadi Rp 14 ribu.
“Kami menjualnya sesuai HET, yakni Rp 9 ribu, perkilogram. Beras Bulog yang paling dicari oleh pembeli yakni, Beras Bulog Thailand. Katanya kualitasnya hampir sama dengan beras premium,” kata Feny, di pasar tradisional kemarin. (raw/2nd/dod/6)

Comment

BERITA TERBARU