by

Kapolda Bantah Kasus OTT Oknum Pajak Stop

Syaiful Zachri: Silahkan Tanya Dirkrimsus

PANGKALPINANG – Proses penyidikan perkara dugaan pungutan liar, suap dan pemerasan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap RA, oknum pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka, nyaris tak berkabar. Sebab, sejak pelaku ditangkap awal April 2018 silam, hingga kini perkara ini belum juga masuk ke Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Sedangkan RA berikut mobilnya yang sempat diamankan tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), tak tampak lagi di Mapolda Bangka Belitung.
Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung (Kapolda Babel), Brigadir Jenderal Polisi Syaiful Zachri saat ditanya tentang dugaan mandegnya kasus tersebut, membantah perkara itu dihentikan. Menurutnya, hingga kini proses penyidikan masih tetap berlanjut.
“Untuk kasus OTT pajak ini masih jalan. Lebih lanjut silahkan tanya Dirkrimsus ya,” tegasnya kepada wartawan, Rabu (8/8/2018).
Dalam berita sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Babel, Kombes Pol Mukti Juharsa melalui Kasubdit 3 Tipikor AKBP Slamet Ady Purnomo mengatakan, perkara yang melilit RA (31) itu masih belum dinyatakan lengkap alias P21 oleh pihak kejaksaan, lantaran masih terganjal kekurangan administrasi penyidikan (mindik).
Namun demikian, penyidik segera melengkapi administrasi berkas tersebut agar perkara ini dapat dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Babel.
“Masih melengkapi berkas atau P19. Ada kekurangan mindiknya yang masih harus kita lengkapi,” ungkap Slamet saat ditemui Rakyat Pos di ruang kerjanya, Jumat (6/7/2018).
Sedangkan RA sendiri, diakuinya sekarang ini statusnya telah ditangguhkan penahanannya menjadi tahanan rumah.
“Tersangkanya memang gak ditahan lagi, ditangguhkan. Kan, itu sudah lama,” bebernya.
Seperti diketahui, oknum pegawai kantor pajak ini diduga tertangkap tangan usai menerima uang dari Wajib Pajak (WP) sebesar Rp50 juta. Disebut-sebut uang itu diduga hasil pemerasan RA terhadap WP, namun ada juga informasi uang tersebut uang suap untuk “mengurusi” pajak yang bersangkutan.
Dia ditangkap tim Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Babel yang dipimpin langsung Dirreskrimsus Kombes Pol Mukti Juharsa, Wadir Reskrimsus AKBP Indra Krismayadi dan Kasubdit Tipikor AKBP Slamet Ady Purnomo, berdasarkan laporan korban WP ke polisi.
Penangkapan bermula ketika RA keluar dari salah satu rumah makan di Pangkalpinang, dan diduga setelah menerima uang hasil pemerasan terhadap WP, Senin (9/4/2018) lalu.
Tersangka sebagai petugas konsultan dan pengawas pajak mengetahui bahwa wajib pajak tersebut memiliki kewajiban membayar pajak sebesar Rp700 juta. Lalu RA menjadikannya sebagai momentum untuk memeras korban dengan cara dapat membantu menunda pembayaran pajak, akan tetapi WP harus memberikan sejumlah uang kepada tersangka.
Tersangka ketika akan ditangkap sempat meloloskan diri dan kabur dari kejaran polisi. Tapi, polisi yang sebelumnya telah melakukan pengintaian, ketika pelaku hendak pulang langsung dijaring dalam OTT dengan barang bukti uang pecahan puluhan juta. Selain itu diamankan juga alat komunikasi serta kendaraan roda empat Toyota Rush warna hitam BN 2219 FB. Berikut kartu kredit, KTP dan lainnya.
RA dipersangkakan dengan Pasal 12 E UU Nomor 31 tahun 1999 yang diperbaharui UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor) dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 4 sampai 20 tahun. (bis/1)

Comment

BERITA TERBARU