by

Kapal Yacth Portugal Karam di Laut Beltim

DIJEMUR – Perabotan kapal Yacth “Benyleo” asal Portugal tampak dijemur di atas kapal di tambatan perahu nelayan Malang Lepau, Desa Burung Mandi, Beltim. Kapal terlihat masih berantakan, setelah karam dan terdampar akibat dihantam badai saat berlayar dari Bali. Yacth berpenumpang satu keluarga Batista ini menabrak karang dan pecah pada lambung kiri. (Foto: Danny Sugara)

Hantam Karang Malang Lepau
Nahkoda Sempat Tembakkan Suar

MANGGAR – Akibat dihantam badai dan gelombang besar di perairan Malang Lepau, Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebuah kapal yacth asal negara Portugal bernama “Benyleo” terdampar di laut Beltim. Yacth itu nyaris karam karena dihantam ombak dan menabrak karang.
Kapolres Beltim, AKBP Erwin Siboro, SIK, MH melalui Kasat Polair Iptu Sudarman membenarkan kapal yacth yang dinahkodai Batista (54) warga Portugal itu terdampar di Beltim. Menurutnya, Yacth “Benyleo” sempat berlayar dari Denpasar Provinsi Bali pada tanggal 3 Februari 2018 yang lalu, dan tiba di perairan Beltim pada hari Kamis tanggal 15 Februari 2018 pukul 21.00 Wib.
Kapal itu membawa 4 orang penumpang terdiri dari 2 orang laki-laki (1 dewasa dan 1 anak-anak) dan 2 orang perempuan (1 orang dewasa dan 1 orang anak-anak). Mereka diantaranya Batista, De Sousa Pimentel e Oliveira (38), De Oliveira Amen Batista Futardo (9), dan Oliveira Amen Batista Futardo (5). Didapat kabar, Batista mengajak istri dan keduanya berlayar ke Indonesia menggunakan yacth.
Sudarman menerangkan, dari keterangan Batista, perahu yacth mereka terdampar karena dihantam ombak dan menabrak karang di Pantai Malang Lepau. Karena menabrak karang saat cuaca buruk, yacth tersebut mengalami pecah pada lambung kiri kapal yang mengakibatkan semua perangkat elektronik rusak.
Tidak hanya itu mesin kapal pun terendam air. Batista selaku nahkoda kapal sempat menembakan sinyal suar saat kejadian. Namun sayangnya tidak ada perahu atau kapal lain yang menghampiri mereka untuk menolong.
Lalu dengan inisiatif sendiri Batista berusaha mengarahkan kapal untuk menepi ke pinggir pantai, sembari memompa air laut keluar dari dalam kapal. Kini Batista dibantu warga lokal tengah memperbaiki kapal tersebut.
“Yacht itu mengalami pecah pada bagian lambung kiri kapal, jadi diarahkan ke pinggir. Saat ini sudah ada teknisi untuk memperbaiki mesin elektriknya,” ujar Sudarman.
Dalam pantauan Rakyat Pos Jumat (16/2/2018) pagi, Yacth “Benyleo” berwarna putih itu tampak bersandar di Dermaga Nelayan Malang Lepau, Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar. Terlihat kapal masih berantakan. Beberapa perabotan kapal seperti kasur, perkakas dapur dan lain sebagainya sengaja dijemur karena terendam air laut. (dny/1)

Comment

BERITA TERBARU