Kapal Compreng Resahkan Nelayan Sungailiat

  • Whatsapp

HNSI Lapor ke Satpolair dan TNI AL

SUNGAILIAT – Nelayan tradisional yang melaut di seputaran perairan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung kini resah. Para nelayan mengeluh dengan keberadaan kapal compreng yang turut melaut di wilayah tangkap nelayan tradisional. Akibatnya, hasil tangkapan ikan nelayan tradisional menurun karena kapal compreng menggunakan alat tangkap yang lebih modern.
“Nelayan tradisional daerah ini mengaku resah dengan aktifitas kapal compreng di wilayah tangkap nelayan tradisional daerah ini dan membuat hasil tangkap nelayan tradisional menurun drastis,” ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan kepada wartawan Jum’at (7/7/2017) di Sungailiat.
Menurut dia, keberadaan kapal compreng ini diketahui HNSI Bangka setelah nelayan setempat melapor ke HNSI. Kapal compreng itu menggunakan sejenis kapal bagan apung dilengkapi pukat yang begitu panjang.
“Nelayan kita mengeluh karena hasil tangkap menurun sejak satu bulan terakhir. Laporan yang kita terima, ada 3 unit kapal compreng yang beroperasi di wilayah tangkap nelayan tradisional daerah ini,” jelasnya.
Terhadap keresahan dan keluhan nelayan tradisional itu, kata Ridwan langsung disikapi HNSI Bangka dengan melaporkan keberadaan kapal compreng tersebut ke aparat berwajib.
“Keluhan nelayan tradisional kita atas aktivitas kapal compreng ini sudah kita laporkan ke Satpolair Polres Bangka dan Lanal Babel untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Ridwan mengimbau kepada pemilik kapal compreng yang melaut di wilayah tangkap nelayan tradisional Bangka, agar menjauh. Pihaknya melaporkan hal ini ke aparat terkait, lantaran khwatir jika dibiarkan terus, maka kapal compreng itu akan semakin marak dan menyulitkan nelayan tradisional.
Sebelumnya, kapal compreng serupa menghantui masyarakat nelayan di wilayah Toboali Kabupaten Bangka Selatan dan sekitarnya. Para aktivis dan kelompok nelayan juga mengadu kepada pihak yang berwajib. Sempat ada tindakan pengusiran oleh para nelayan daerah itu dan himbauan dari pihak kepolisian agar kapal compreng menjauh dari daerah tangkapan nelayan tradisional. (2nd/1)

Related posts