by

Kapal Akon Pupuk Tenggelam di Permis

Lunas Kapal Bocor, Pompa Gate Rusak
Over Kapasitas, Kapal 85 GT Muatan 285 Ton

SUNGAI SELAN – Sebuah kapal barang bernama KM Berkat Rahmat Selamat yang berlayar dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara menuju Pelabuhan Sungai Selan, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa pagi (13/3/2018) mengalami kecelakaan di Perairan Desa Permis, Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.
Kapal yang membawa barang kelontongan itu karam dan tenggelam setelah diterjang ombak ganas disertai cuaca buruk pada titik koordinat 105° 52′ 444″ BT – 02° 31′ 756” LS perairan Permis.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, penyebab kapal karam lantaran bagian lunas kapal terhempas gelombang air laut yang ganas hingga mengalami kebocoran di beberapa titik. Tak pelak, saat tengah berlayar menuju Pelabuhan Sungai Selan, tanpa disadari air laut terus masuk ke dalam badan kapal dari lunas yang bocor hingga membuat kapal tenggelam.
Celakanya, pompa gate yang berada di dalam kapal dan biasa digunakan untuk menyedot air laut jsutru mengalami kerusakan. Sehingga membuat air yang berada di dalam kapal tidak bisa terkuras. Ditambah tekanan dari muatan kapal, sehingga membuat air laut masuk ke kapal lebih cepat.
Hingga berita ini dirampungkan tadi malam belum diketahui ada korban jiwa atau tidak dalam kejadian ini. Hanya saja di lokasi tenggelamnya KM Berkat Rahmat Selamat, ada beberapa nelayan yang membantu mengevakuasi barang-barang. Termasuk seluruh ABK berhasil menyelamatkan diri dengan menumpang kapal nelayan sambil mengawasi kapal mereka yang tenggelam.
Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Polair) Polres Bangka Tengah, AKP. Yanto seizin Kapolres AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang membenarkan adanya peristiwa tenggelamnya kapal barang di perairan Permis Kabupaten Bangka Selatan.
Menurut dia, dari informasi para anak buah kapal, KM Berkat Rahmat Selamat berangkat pada Sabtu (10/3/2018) sekitar pukul 18.00 WIB dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju Pelabuhan Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah dengan membawa muatan barang kelontong campuran sekitar 285 ton.
Kemudian pada Minggu (11/3/2018) saat kapal berlayar, tiba-tiba berhadapan dengan cuaca yang cukup buruk disertai gelombang laut tinggi, sehingga membuat lunas kapal bocor dan terhempas oleh gelombang air laut.
Setelah mengalami masalah pada kapal, nahkoda M. Made juga melihat bagian lambung kapal mengalami kebocoran. Ia lalu memerintahkan para ABK melakukan tindakan pencegahan dengan memasang pompa gate untuk menguras air yang sudah masuk ke dalam kapal.
Sembari berlayar, pompa itu berhasil menguras air hingga kapal memasuki perairan Pulau Bangka. Namun, Senin (12/3/2018) saat kapal mendekati perairan Permis Kabupaten Bangka Selatan, tiba-tiba saja mesin pompa gate mengalami kerusakan. Tak pelak, air yang berada di lambung bawah kapal tidak bisa terkuras. Ditambah lagi tekanan dari muatan kapal yang membuat air laut begitu mudah masuk ke lambung kapal lebih cepat.
Puncaknya, Senin sore sekitar pukul 16.00 WIB karena air sudah memenuhi lambung kapal dan kondisi kapal sudah tidak bisa ditolong, nahkoda Made lantas memerintahkan ABK untuk menurunkan jangkar pada koordinat 105° 52′ 444″ BT-02° 31′ 756” LS di perairan Permis. Tujuannya agar kapal tidak terombang-ambing arus laut sambil menunggu bantuan kapal lain dari Pelabuhan Sungai Selan.
Akan tetapi ternyata rencana itu tidak terealisasi. KM Berkat Rahmat Selamat sudah mulai tenggelam sedangkan kapal bantuan belum datang. Beruntung di sekitar lokasi tenggelamnya kapal barang itu, ada perahu nelayan yang sedang mencari ikan. Sehingga seluruh ABK menyelamatkan diri dengan menumpang di kapal nelayan tersebut sambil mengawasi kapal mereka yang perlahan ditenggelamkan laut.
“Hingga hari Selasa, pihak kami sudah melakukan evakuasi terhadap kapal tersebut,” kata Kasat Polair Polres Bangka Tengah kepada Rakyat Pos, Selasa (13/3/2018).
Dikatakannya, tindakan yang dilakukan polisi yakni pada Selasa dini hari (13/3/2018) sekitar pukul 03.00 WIB, mengawal kapal bantuan KM. Permata Biru hingga tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi muatan yang masih bisa ditolong. Turut membantu evakuasi tersebut yakni Tim SAR terdiri dari 2 personil Posmat TNI AL Sungai Selan, 5 orang personil Ditpolair Polda Bangka Belitung, 2 personil Polair Polres Bangka Tengah dan para ABK KM. Permata Biru.
“Sekitar pukul 06.00 WIB tadi (kemarin-red) KM. Permata Biru meninggalkan lokasi kejadian menuju Pelabuhan Sungai Selan dengan membawa muatan kelontong yang masih bisa diselamatkan,” ungkap AKP Wahyu.
Ia menambahkan, kerugian yang dialami pemilik kapal ditaksir mencapai Rp5 miliar akibat tenggelamnya kapal. Kerugian itu dihitung dari nilai unit kapal, peralatan yang ada di dalam kapal serta barang-barang kelontongan campuran yang tidak berhasil diselamatkan.
“Sebesar Rp5 miliar kerugian yang dialami pemilik kapal dalam peristiwa tersebut,” terangnya.
Terpisah, Komadan Posmat TNI AL Sungai Selan, Peltu Ismail menyebutkan, kebocoran lunas pada KM Berkat Rahmat Selamat dikarenakan terkena hempasan gelombang saat berlayar. Sehingga membuat papan lunas di bagian bawah kapal bocor. Selain itu, stabilitas kapal pada saat berlayar sudah tidak memenuhi kriteria yang baik lantaran kelebihan muatan atau over kapasitas dari yang ditentukan.
“Kapasitas kapal 85 GT, sedangkan muatan 285 ton ditambah pompa gate tidak berfungsi, sehingga membuat air laut masuk ke kapal semakin cepat karena mendapatkan tekanan dari muatan kapal yang berlebihan dan semakin memperburuk stabilitas kapal, akhirnya tenggelam,” tandasnya.
Untuk diketahui, KM. Berkat Rahmat Selamat dimiliki oleh pengusaha dan distributor sembako bernama Akon warga Kota Pangkalpinang yang baru-baru ini terjerat kasus pupuk di Pengadilan Negeri Pangkalpinang dengan vonis hukuman hanya 2 bulan 20 hari.
Kapal berbahan kayu ini membawa nahkoda M. Made dengan ABK antara lain Arsyad dengan jabatan Kepala Kamar Mesin (KKM), Rahmatullah, M. Ishak dan Joni.
Kabar terakhir yang diperoleh wartawan harian ini, sejak kemarin siang sejumlah kapal barang lainnya berikut ABK dan nelayan mulai membantu mengangkat KM. Berkat Rahmat Selamat dari dalam laut. Mereka menggunakan crane kapal dengan ABK atau nelayan mengikatkan kawat crane menyelam ke bagian-bagian kapal yang tenggelam. Hingga sore kemarin, badan KM. Berkat Rahmat Selamat sudah mulai tampak mengapung di laut, sembari para ABK memindahkan muatan kapal ke kapal lainnya.
(ran/1)

Comment

BERITA TERBARU