Kantor PT. BBR Digeruduk Aparatur Desa

  • Whatsapp

SIMPANG PESAK – Rombongan Kepala Desa (Kades) dan Badan Perwakilan Desa (BPD) Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggeruduk Kantor PT. Bumi Belitung Raya (PT BBR) pada Rabu, (17/03/2020).

Read More

Kedatangan rombongan aparatur desa ke kantor perusahaan penambangan pasir itu, untuk mempertanyakan komitmen perusahaan kepada desa yang belum pernah terealisasi. Manajemen perusahaan dinilai ingkar janji terhadap komitmen CSR dan kompensasi yang diberikan kepada warga. Sayangnya, di kantor PT BBR itu, Kades dan BPD tidak bisa menemui pimpinan perusahaan. Kantor bahkan dalam kondisi kosong.

Lantaran tidak bisa menemui pimpinan perusahaan, rombongan yang didampingi warga kemudian menuju lokasi penambangan pasir. Namun di lapangan, rombongan kades hanya ditemui kepala produksi subkontraktor, Kamin.

Kades Tanjung Batu Itam, Zulfian menyayangkan pihak perusahaan telah mengingkari komitmen yang sudah disepakati. Menurutnya, ada beberapa kewajiban perusahaan yang belum dipenuhi. Selain CSR, ada janji pembayaran kompensasi kepada 26 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi tambang yang tidak dilakukan perusahaan.

“Ada 26 KK yang berada di perlintasan jalan dari lokasi ke pelabuhan. Janjinya memberikan kontribusi ke desa per tongkang pasir yang dikirim, tidak juga terealisasi. Itu janji perusahaan, bukan permintaan kita,” kata Zulfian kepada Rakyat Pos ketika ditemui Kamis, (19/03/2020).

Ia menambahkan, kedatangan aparatur desa bersama warga ke kantor perusahaan bertujuan untuk menyampaikan, sekaligus menekankan kepada pihak perusahaan agar benar-benar mematuhi segala komitmen yang sudah lama disepakati.

“Kami minta perusahaan mematuhi komitmen,” pinta kades.
Pemerintah desa menyayangkan perusahaan mengingkari komitmen yang sudah disepakati sejak Desember 2019 lalu. Surat yang dilayangkan Pemdes pun tidak ditanggapi.

Belakangan diketahui, PT. BBR tidak melakukan aktivitas penambangan di lokasi yang dimilikinya, tapi hanya mengambil fee dari pihak ketiga yang melakukan penambangan pasir.
“Pemdes sudah melayangkan surat ke pihak perusahaan, namun belum ada tanggapan dari pihak perusahaan,” tandas Zulfian.

Kades meminta kepada penambang agar menghentikan sementara operasi produksi tambang pasir tersebut, hingga ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Terpisah, Kepala Operasi Produksi Subkontraktor, Kamin menyayangkan PT. BBR belum merealisasikan janjinya kepada pemerintah desa. Dia berjanji akan menyampaikan kepada pihak PT. BBR agar segera merealisasikan komitmen dengan Pemerintah Desa Tanjung Batu Itam tersebut.

“Sangat disayangkan. Ini berimbas pada operasional penambangan. Pihak penambang ikut dirugikan karena tidak bisa beroperasi,” pungkas Kamin. (yan/1)

Related posts