by

Kantor Pajak Bidik Pengusaha Tambang

-NEWS-289 views

Ada Eksportir Tersendat Bayar Pajak
Dwi: Kita Konsen Menggali Potensi Itu

Pangkalpinang – Untuk menggali potensi pajak dari sektor pertambangan yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka saat ini mulai membidik para pengusaha pertambangan pasir timah. Hal ini dilakukan
karena tidak menutup kemungkinan masih ada sektor pertambangan dan pengusahanya yang belum membayar pajak.
Kepala KPP Pratama Bangka, Dwi Hariyadi mengungkapkan, sama halnya dengan wajib pajak lain, smelter atau industri pengolahan timah ini juga wajib membayar pajak. Dan diakuinya masih ada perusahaan smelter dan eksportir yang juga tersendat dalam pembayaran pajak.
“Smelter ada yang patuh, tertib. Ada juga yang belum, termasuk kaitan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) ada yang belum pelunasan, dan pajak lainnya,” kata Dwi kepada Rakyat Pos, Selasa (13/3/2018).
Kedepan, sektor inilah menurut Dwi yang akan digali pihaknya. Apalagi seperti tahun lalu, potensi pajak dari timah cukup banyak dan potensial.
“Kita fokus pertimahan, karena sebagian besar penerimaan kita juga besar dari timah. Tahun lalu hampir 40 persen untuk penggalian, belum logam dasar (smelter). Makanya kita sangat konsen menggali potensi itu, cukup bagus naiknya cukup tinggi dibandingkan 2016,” terangnya.
Jika dilihat dari kepatuhan penyampaian SPT, para pengusaha tambang menurutnya cukup tinggi kesadarannya, bahkan diatas 70 persen. Dan untuk pembayaran sebenarnya, hampir semua wajib pajak pelaku tambang harus diawasi dan diingatkan.
Disinggung penindakan yang akan dilakukan bagi wajib pajak yang membandel, Dwi menegaskan tahun lalu sebetulnya ada dua wajib pajak yang diusulkan dilakukan penindakan, namun tidak jadi.
“Kebetulan di tahun 2017 penagihan sangat bagus, realisasi penagihan 127 persen. Tahun ini kalau memang ada wajib pajak yang bandel banget sehingga perlu disandera atau gimana, kita akan lihat lebih lanjut,” tukasnya.
Sedangkan untuk wajib pajak orang pribadi, terutama pejabat daerah dia menegaskan pada dasarnya sudah dilakukan pemotongan pajak di tempat kerja masing-masing.
“Pejabat rata-rata sudah dipotong di kantor, pembayaran lewat bendahara, biasanya itu ada laporannya,” kata dia.

Pencanangan Zona Integritas
Sementara itu, dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, dan mencapai predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), KPP Pratama Bangka mencanangkan zona integritas menuju WBK dengan penandatangan piagam pencanangan serta komitmen bersama di wall of commitment di Kantor Pajak Pratama Bangka.
“Peran serta dari wajib pajak juga sangat diharapkan untuk mewujudkan zona integritas wilayah bebas korupsi ini dengan mengawasi, memantau dan mengingatkan langsung kepada para pegawai KPP Pratama Bangka,” tutur Dwi.
Ia menambahkan, sejak 2002 Dirjen Pajak sudah melakukan reformasi pajak dengan pembebanan manajemen, dan akan terus berusaha meningkatkan upaya lainnya dalam pembangunan wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih.
“Pencanangan zona integritas ini merupakan tahap awal dari dua tahap menuju WBK. Dimana tahap ini mulai dari penandatanganan pakta integritas. Pencanangan zona integritas dan pembangunan zona integritas,” ulas Dwi.
Untuk tahap II, adalah penilaian tingkat eselon I dan penilaian tim kementerian dan tingkat nasional.
“Kemudian juga yang penting adalah inovasi perbaikan dari perubahan yang dilakukan, kami akan membentuk tim dan proses pelaksanaan di kantor kami. Untuk tahapan selanjutnya, yang menetapkan WBK dari Kementerian PAN-RB, seluruh unit diharapkan memperoleh predikat ini,” demikian Dwi.
Dalam penandatanganan komitmen bersama kemarin, juga dilakukan oleh wajib pajak yang ada di wilayah Bangka, baik perusahaan, orang pribadi dan lainnya.
Cong Hafsen, salah satu wajib pajak asal Parittiga Kabupaten Bangka Barat mengaku, dulunya ia sungkan datang ke kantor pajak. Namun dengan perubahan pelayanan saat ini, ia bahkan merasa senang mendatangi kantor itu.
“Dengan adanya peningkatan pelayanann kami merasa puas, mudah-mudahan semakin meningkat,” harapnya.
Senada dengan itu, WP pengusaha asal Parittiga mengaku hal serupa. Mereka dari PT. Bersama Sukses Mandiri juga sangat senang dengan pelayanan yang diberikan oleh KPP Pratama Bangka saat ini. (nov/1)

Comment

BERITA TERBARU