Kantor Camat Gantung Didemo

No comment 227 views

MASYARAKAT DEMO – Aksi demontrasi masyarakat Kecamatan Gantung di halaman Camat Gantung, Senin (16/10/2017), menuntut keruhnya suplai PDAM ke rumah mereka akibat penambangan TI rajuk ilegal di DAS Lenggang. (foto: Bastiar Riyanto)

Suplai Air PDAM Keruh
Tuntut Stop Tambang Liar DAS Lenggang
Besok, Aksi Besar di Kantor Bupati

MANGGAR – Ratusan warga masyarakat Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melakukan aksi demontrasi ke Kantor Camat Gantung, Senin (16/10/2017).
Aksi massa itu dipicu maraknya penambangan liar dengan teknik rajuk/ponton di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang, yang mengakibatkan keruhnya sumber air baku milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Gantung, sehingga suplay air PDAM ke rumah masyarakat sangat keruh/kotor bagaikan kopi susu. Oleh karena itu masyarakat menuntut aparat untuk membersihkan tambang liar di DAS Lenggang.
Informasi yang berhasil dihimpun, air dari PDAM gantung sudah tidak layak untuk dikonsumsi, Jangankan untuk diminum, digunakan untuk mandi pun air tersebut memang sudah tidak layak. Bahkan banyak masyarakat yang berdampak gatal-gatal akibat mandi dengan air yang sudah tercemar.
Masyarakat merasa kesal, mereka menduga pengawasan yang lemah dan terjadi pembiaran menjadi penyebab penambang ilegal menjamur diareal larangan untuk aktifitas penambangan.
Dalam tuntutan warga di halaman Kantor Camat Gantung, meminta agar air suplay dari PDAM Gantung kembali bersih seperti sebelumnya dan jangan ada lagi kegiatan tambang ilegal beroperasi di DAS Sungai lenggang.
“Permintaan kami, agar air bersih kembali, rajuk (tambang dengan ponton isap, red) jangan ada selama-lamanya beroperasi disungai Lenggang, kalau tempat lain sih terserah,” tegas Suparman, warga Desa Selinsing, Senin (16/10/2017).
Warga masyarakat kecamatan Gantung merasa kesal dengan aparat yang melakukan pembiaran tambang ilegal beroperasi di aliran sungai. “Pemerintah sepertinya melakukan pembiaran terhadap penambang, kenapa tidak ada penambang yang di tangkap. Tiap ada razia tidak ada yang kena, padahal ponton masih banyak. Ada apa sebenarnya,” tanya Asri, seorang warga dusun Canggu, Gantung yang juga mengaku sudah beberapa kali mengirim surat, namun tidak ada tanggapan.
Menurut rencana, aksi masyarakat tidak sampai disini mereka menjadwalkan akan melakukan demo dengan masa yang lebih besar ke Kantor Bupati Beltim, pada Kamis (19/10/2017) besok.
“Yang pengguna aik PAM ini nanti berangkat pak, kalok dihitung-hitung sekitar ribuan itu pengguna aik PAM Gantung, sekitar tiga ribuan lah,” cetus Asri.
“Kami hari kamis ke Kabupaten, supaya a petinggi-petinggi di Kabupaten itu nantinya tau, karena selama ini seakan-akan mereka tidak respon, walaupun secara lisannya sudah dimasukan kesana, apalagi suratnya sudah. Tapi dak direspon. Makanya hari ini terjadi seperti ini. Artinya pejabat-pejabat itu seakan-akan tidak mengayomi rakyat, diam-diam saja. Kalau perlu pejabat-pejabat yang ada digantung ini ditukar, ganti dengan pejabat yang lain. Karena mereka sudah keterlaluan ini,” timpalnya lagi.
Ditengah-tengah aksi demontrasi, salah satu ibu-ibu, sempat menunjukkan sample air dari bak rumah mereka yang dikemas pada botol bekas, “ini, lihat ini pak, airnya seperti ini (mirip kopi-red), gatal ini,” sebut Lina, dengan nada kesal yang turun ke jalan mengikuti aksi.
Lalu, tambah Lina, dipakai mandi tidak dapat, gatal-gatal. Sejak lima bulan ini parah benar, kalau ade razia bening, dua hari setelah itu kembali keruh lagi,” keluhnya Lina.
Di tempat yang sama, Kapolsek Gantung, IPTU Robby Purba, seizin Kapolres Beltim, AKBP Nono Wardoyo, SIK, MH membantah adanya pembiaran terhadap penambang liar sepanjang DAS Lenggang, pihak kepolisian tetap akan menindak tegas jika masih terdapat penambang di DAS dan tidak akan lagi mengeluarkan peringatan terhadap pelanggar hukum terkait penambangan di areal DAS Lenggang.
“Selama ini bukan kita tidak ada upaya, kita sudah beberapa kali melakukan penertiban disana, kalau kita temukan pasti ditindak. Kita kalau ada temuan di DAS itu kita akan tindak tegas, kita akan proses hukum. Selama ini kita tidak diam diri, kami lakukan penyelidikan untuk melakukan penindakan, yang pasti nanti ketika kita temukan pasti kita langsung proses hukum, tidak akan himbauan-himbauan atau peringatan pernyataan lagi, akan langsung kami proses hukum,” pungkas Robby ditemui usai pengamanan jalannya aksi warga.
Hal senada juga disampailan Pemerintah Beltim. Pembiaran tidal ada, menurut Plt Sekda Beltim, Ikhwan Fahrozi, pemerintah sudah sering menertibkan TI rajuk yang beroperasi di DAS Lenggang.
“Kami sudah sering lakukan penertiban, Namun penertiban itu bukan merupakan suatu ancaman atau suatu pertimbangan bagi pelaku pelaku TI rajuk ini untuk menghentikan aktifitas,” jelas Ikhwan.
Ikhwan menjelaskan lagi, kapasitas Pemda Beltim hanya sebatas penertiban, pada saat ini sudah menjadi permasalahan yang membuat hajat orang banyak bermasalah, berarti ini sudah termasuk perbuatan, kalau dalam kriminal sudah jadi tindak pidananya.
“Saya beranggapan yang namanya ilegal, itu adalah perbuatan yang harus ditindak, disinilah sebetulnya, pemda tidak mempunyai kapasitas, karena sudah mengarah ke ranah hukum, kita punya Forkominda, ada aparat penindakan selanjutnya ini kita serahkan ke penindakan,” terangnya.
Ikhwan berharap, agar masyarakat lebih mengkedepankan proses hukum terkait persoalan tersebut dan mengkedepankan perdamaian dalam melakukan Aksi.
“Pada hari ini kita berupaya, ada suatu kekuatan masyarakat yang luar biasa, karena keinginan masyarakat tidak bisa terbendung, kalau memang keinginan masyarakat ditindak, ya ditindak, kalau mau aksi damai, mari kita aksi damai sesuai dengan niat kita,” pungkasnya.
Pantauan Rakyat Pos, aksi demo dengan tertib seusai menyampaikan aspirasi warga berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing. Terlihat jajaran Kepolisian Polsek Gantung, Satpol PP Beltim serta Jajaran Koramil Gantung. Di dampingi pula oleh Plt. Sekda Beltim, Camat Gantung, Kapolsek Gantung, serta Danramil 414-03/Gantung ikut mengamankan jalannya demo. (yan/6)

 

No Response

Leave a reply "Kantor Camat Gantung Didemo"