Kampaye Negatif Vs Kampanye Hitam

No comment 296 views

Oleh: Syariful, S.Pd, M.Pd.I
Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia

Syariful, S.Pd, M.Pd.I

Pemilihan Bupati di Kabupaten Bangka tinggal beberapa saat lagi, jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan itu terjadi, kampanye hitam masih terdengar ada di sosial media dan di beberapa media online maupun cetak. Walaupun banyak yang berpendapat bahwa beberapa kampanye negatif tersebut diluncurkan bukan oleh pihak lawan, melainkan dari pihak internal calon bupati dan wakil bupati sendiri.
Diluar dari itu semua, banyak yang belum memahami apa perbedaan antara kampanye hitam (black campaign) dan kampanye negatif. Pada intinya, kampanye hitam adalah kampanye yang ditujukan untuk menyerang dan menjelekkan pihak lawan dengan melemparkan isu yang tidak berdasarkan fakta/data yang benar. Sedangkan kampanye negatif adalah kampanye yang ditujukan untuk menyerang dan menjelekkan pihak lawan dengan berdasarkan fakta dan data yang ada.
Jangan sampai suasana politik semakin memanas, kampanye hitam dan kampanye negatif silih berganti dilakukan oleh para calon bupati dan wakil bupati pihak. Apa bedanya antara kedua kampanye ini?
Kampanye bisa disebut sebagai kampanye hitam jika materi kampanye tidak sesuai dengan kenyataan atau mengada-ada. Isi kampanye cenderung mengandung fitnah dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya.Sementara, kampanye negatif adalah kampanye yang materinya nyata adanya atau pernah terjadinya.
Kita tidak memungkiri adanya kampanye hitam, dan itu tidak dibolehkan. Tapi, yang perlu digaris-bawahi di sini adalah tidak semua tindakan menyebar berita negatif tentang salah satu calon menjadi kampanye hitam. Tetapi dikatakan kampanye hitam bila beritanya bohong. Adapun bila beritanya benar, maka namanya kampanye negatif, dan ini masuk ghibah yang dibolehkan karena adanya maslahat yang besar bagi Islam dan kaum muslimin ketika menjelaskan kebobrokan dan kejelekan salah satu calon.
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya, “Tahukah kamu, apa itu ghibah?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ghibah adalah kamu membicarakan saudaramu mengenai sesuatu yang tidak ia sukai.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurut engkau apabila orang yang saya bicarakan itu memang sesuai dengan yang saya ucapkan?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Apabila benar apa yang kamu bicarakan itu tentang dirinya, maka berarti kamu telah menggibahnya (menggunjingnya). Namun apabila yang kamu bicarakan itu tidak ada padanya, maka berarti kamu telah memfitnahnya (menuduh tanpa bukti).” (HR. Muslim no. 2589, Bab Diharamkannya Ghibah.(****).

No Response

Leave a reply "Kampaye Negatif Vs Kampanye Hitam"