Kamis dan Jumat, ASN Pemprov Babel Wajib Pakai Kopiah Resam

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman menunjukkan produk kopiah resam saat sarasehan bersama pelaku UMKM di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Rabu (11/12/2019).(foto: Nurul Kurniasih) 

PANGKALPINANG– Setiap hari Kamis dan Jumat, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bangka Belitung (Babel) diwajibkan menggunakan kopiah resam. Kebijakan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman ini sudah dituangkan dalam surat edaran yang ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kebijakan ini bukan sekedar mengangkat kearifan lokal, dimana kopiah resam merupakan produk khas Babel, tetapi juga sekaligus meningkatkan ekonomi pelaku usaha khususnya pengrajin kopiah resam. Kami sudah buat edaran, setiap Kamis dan Jumat, ASN laki-laki wajib menggunakan kopiah resam,” ujar Erzaldi, Rabu (11/12/2019).

Baca Juga

Orang nomor satu di Provinsi Babel ini juga memotivasi pengrajin resam di daerah untuk meningkatkan produknya agar layak digunakan dan dapat dibuat sesuai dengan standar.

“Masih banyak pengrajin yang kesulitan memasarkan produk dan menstandarkan produknya, misalnya ukuran kepala saya, berapa kali coba, belum pas, padahal ukuran kepala saya ukuran normal, standar ukuran ini harus dilatih agar pembeli tidak kesulitan membeli produk,” jelasnya.

Sentra kopiah resam, sebutnya, ada di beberapa lokasi di Babel dan jika semua masyarakat khususnya ASN menggunakan kopiah ini, maka pengrajin juga akan semangat untuk membuat kopiah. “Disini perlu pendampingan dari dinas terkait, untuk teknik pembuatan, standarnya bagaimana, ukurannya tadi,” imbuhnya.

Kopiah resam ini, menurut dia, harganya cukup tinggi, apalagi jika yang kualitasnya bagus harganya bisa mencapai jutaan rupiah. “Untuk kopiah yang halus dan dijual sekitar Rp1 jutaan rupiah, memakan waktu hingga satu bulan proses pembuatan. Kalau yang biasa, sekitar satu mingguan, bisa dibayangkan berapa lama pengrajin membuat kopiah ini, jika kita punya 6.000 ASN,” bebernya.

Untuk diketahui, kopiah resam terbuat dari anyaman tanaman liar yang disebut resam yang tumbuh di hutan. Tanaman resam yang sudah tua, prosesnya mulai dari pembuangan kulit luarnya dan ambil bagian putih yang porosnya berwarna cokelat, dijemur di bawah terik matahari.

Bila sudah kering, raut resam dengan kaleng susu yang sudah dilubangi hingga halus. Resam yang sudah halus tadi digosok dengan lilin madu dan sial dianyam dengan jarum khusus untuk dijadikan kopiah. Semakin halus dan bermotif kopiah resam, harganya semakin mahal.(nov/10)

Related posts