Kaki Pembegal Sadis Bertato Dihadiahi Peluru

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Rusdian alias Bujang Pitul (37), residivis yang kerap kali terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), sekaligus otak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebanyak empat kali, kali ini usai sudah pelariannya.

Pasalnya, terduga pelaku begal yang tergolong sadis dan tak segan-segan melukai korbannya ini, berhasil dilumpuhkan dengan timah panas oleh Tim Opsnal Subdit 1 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Selasa (6/8/2019).

Bujang Pitul harus menahan sakit dan pedih, lantaran kedua kakinya tertembus peluru saat berusaha kabur dan melawan pada saat disergap polisi.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Babel, AKBP Wahyudi, pengangguran asal Kelurahan Semabung, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang ini kerap kali selalu melukai korbannya dalam beraksi.

Begal sadis ini juga meresahkan masyarakat karena ulahnya selama ini yang kerap merampas harta benda korbannya.

“Pelaku ini sebenarnya target operasi (TO) kami sejak 2018 dalam Operasi Tertib dan Operasi Pekat. Pelaku selalu kabur saat ditangkap,” ungkap Wahyudi saat konferensi pers di Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Babel, Selasa (6/8/2019).

Dalam melancarkan aksi jahatnya, menurut Kasubdit Jatanras, pembegal bertato ini ternyata tak sendirian, melainkan ditemani oleh terduga pelaku begal yang kini masih buron.

Mereka berdua melakukan pencurian dengan kekerasan di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka pada 28 Juli 2019 lalu.

“Pelaku begal sadis ini juga melakukan tindak pidana curas sebanyak tiga kali di Desa Petaling pada 2016 dan 2018, namun laporan Polisinya (LP) belum ada. Dia bersama temannya yang kini DPO melakukan tindak pidana curas di Desa Rukam pada 2019,” ulasnya.

Terakhir kali sebelum tertangkap, korban mengalami luka robek di paha akibat ulah pelaku begal Bujang Pitul ini.

Korban mengalami kerugian sebesar Rp1,3 juta, dua unit handphone (Hp) dan satu kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Jadi, modusnya sama menusuk paha korban dengan pisau ini. Adapun barang bukti (BB) yang kami amankan dari tangan pelaku, diantaranya berupa sebilah pisau, satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai transportasi pembegalan, satu unit Hp, satu KTP dan satu kartu ATM,” sebut Wahyudi.

Kabid Humas AKBP M. Maladi menuturkan bahwa pelaku begal ini kerap melukai korban dengan menggunakan senjata tajam yang telah dibawa.

“Aksi pelaku ini sangat meresahkan, makanya petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Untuk temannya yang kini DPO (Daftar Pencarian Orang), masih kita buru,” ujar Maladi.

Sementara itu, Bujang Pitul mengaku, dirinya terpaksa melakukan begal lantaran tidak mempunyai pekerjaan alias pengangguran.

Sedangkan, hasil kejahatannya digunakan untuk berfoya-foya dan untuk membiayai kebutuhan keluarganya.

“Gak bekerja, hasilnya untuk makan dan sisanya berfoya-foya. Karena melawan, makanya saya sabet pahanya,” tukas Pitul. (bis/6)

Related posts