Kaji Ulang Izin Tower PT Daya Mitra !

  • Whatsapp
Tower Roboh- Satu unit crane memindahkan tiang tower milik PT Daya Mitra Telekomunikasi yang roboh di wilayah Nangnung Sungailiat, Kamis (18/7/2019). (foto: Rizki Yuliandri)

Wabup Sayangkan Pengawasan Awal Minim
Proses Hukum Lalai Diserahkan ke Polisi

SUNGAILIAT – Wakil Bupati (Wabup) Bangka, Syahbudin meninjau langsung tower BTS (Base Transceiver Station-red) yang menimpa salah satu rumah warga, Kamis (18/7/2019).

Dalam kunjungan itu, wabup juga menyerahkan bantuan berupa uang yang diperoleh dari program Semari (Sehari Lima Ratus Rupiah) Pemerintah Kabupaten Bangka.

Syahbudin menyayangkan minimnya pengawasan awal pembangunan tower yang berada di kawasan padat penduduk tersebut. Apalagi lokasi tower milik PT Daya Mitra Telekomunikasi itu tepat berada di samping rumah Mirza-korban yang rumahnya hancur ditimpa tower roboh.

“Kita sangat sayangkan pengawasan awal pembangunan tower ini di kawasan padat penduduk, kedepan kita harus lebih selektif perizinannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Ia juga meminta instansi terkait untuk meninjau ulang izin tower BTS tersebut, karena sangat membahayakan warga yang berada di sekitar lokasi.

“Izinnya akan kita tinjau ulang, kita sudah lihat akibatnya, rumah ini rusak parah, jadi jangan sampai terulang lagi. Pengawasan harus ditingkatkan lagi, jangan ada korban seperti ini,” tambahnya.

Syahbudin mendesak pihak perusahaan untuk segera melakukan pergantian kerugian terhadap korban yang terkena dampak akibat robohnya tower BTS di Nangnung Tengah, Senin (15/7/2019) lalu ini.

“Secepat mungkin harus segera dilakukan renovasi agar pemilik rumah bisa kembali ke rumahnya. Untuk itu, niat baik pemilik tower ini harus benar-benar membangun secepat mungkin terlebih lagi kondisi cuaca juga sangat mendukung,” tegasnya.

Terkait proses hukum dugaan kelalaian dari pihak tower, wabup menyerahkan sepenuhnya hal itu kepada pihak kepolisian. “Biar proses hukum yang menentukan karena diduga ini ada unsur kelalaian,” ungkap Syahbudin.

Sementara pemilik rumah, Mirza menuntut pemilik tower untuk menganti rugi seluruh kerugian yang diakibatkan tower roboh tersebut.

“Mereka sudah ada komitmen mau ganti rugi tapi cuma merenovasi saja. Tapi kita minta ganti uang soalnya kita tidak mau disini lagi, istri dan anak saya sudah trauma,” akunya.

Saat ini tiang-tiang tower yang sebelumnya masih berada di atas rumah Mirza kini sudah tidak ada lagi dan telah dievakuasi oleh pihak PT Daya Mitra Telekomunikasi. (mla/1)

Related posts