Kajari Bantah Penyidikan Dana Bansos Lambat

  • Whatsapp

Masih Tunggu Penghitungan Kerugian Negara
Kasus DAS dan Kolam Renang Juga Belum

SUNGAILIAT – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka, Supardi membantah tudingan lambatnya proses penyidikan dan penanganan dugaan penyelewengan dana Bantuan Sosial (Bansos) Kematian di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Bangka tahun anggaran 2015 sebesar Rp1.8 miliar.
Menurutnya, dalam menangani suatu tindak pidana baik penyelewengan maupun korupsi di wilayah hukum Kejari Bangka ada tahapan tahapan yang dilakukan oleh penyidik sebelum menetapkan orang sebagai tersangka.
“Kan ada prosesnya yang dimulai dari penyelidikan dengan mengumpulkan bahan keterangan dan mengumpulkan data. Setelah valid, baru kita melakukan pemeriksaan terhadap para saksi dan melakukan penghitungan terhadap kerugian negera, baru kita menetapkan siapa tersangkanya,” kata Kajari saat ditemui Kamis (13/4/2017).
Dia menjelaskan, terhadap proses penyidikan terkait dugaan penyelewengan dana Bansos Kematian oleh mantan Bendahara Bansos DPKKAD, penyidik Kejari Bangka memang belum menetapkan tersangka.
“Karena kita masih menunggu hasil proses penghitungan kerugian negara oleh tim penyidik Kajari Bangka bersama tim penyidik BPKP Jakarta. Setelah ada hasilnya, baru kita menetapkan tersangkanya,” imbuhnya.
Supardi menambahkan, selama proses penyidikan terkait dugaan penyelewengan dana bansos ini, pihaknya bekerja dengan sangat serius dan mengutamakan hasil akhirnya.
“Kita bekerja itukan tidak harus sembrono. Kalau kerja sembrono, kan percuma. Udah capek capek kerja, orang yang disangkakan ini malah bebas. Kalau sampai seperti itu, berarti kita kerja enggak ada hasilnya,” tukas dia.
Disinggung terkait lambatnya penanganan penyidikan kasus rehabilitasi DAS di Jalan Lintas Timur serta kasus dugaan korupsi proyek Rehabilitasi Kolam Renang Loka Tirta Sungailiat yang hingga kini belum juga ada tersangkanya, Kajari beralasan minimnya penyidik membuat pihaknya kerja ekstra agar sejumlah kasus yang lama dapat diselesaikan sebelum dilimpahkan ke meja hijau untuk disidangkan.
“Begitu juga yang lama, masih kita tindak lanjuti hingga saat ini,” katanya. (2nd/1)

Related posts