Kadispora Sebut Latihan Paskibraka Tidak Ekstrem

  • Whatsapp

PANGKALPINANG – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Suharto menegaskan pelatih tidak menerapkan porsi latihan yang ekstrem kepada anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).

“Kalau latihan fisik, itu tidak terlalu ekstrem, disesuaikan dengan porsinya, mereka difokuskan latihan pada ketepatan dan kekompakan dalam berbaris dan melakukan prosesi pengibaran hingga penurunan bendera,” kata Suharto kepada wartawan, belum lama ini.

Dalam kesempatan itu, Suharto mengaku prihatin dengan adanya kejadian anggota Paskibraka di luar daerah yang terlalu kelelahan hingga meninggal dunia.

“Kalau di kita enggak, kita juga melihat mental dan fisik anggota, kalau tidak sanggup enggak kita paksakan, ada satu yang sakit, itu sedang menunggu cek darah, karena ketika anggota ada riwayat tifus atau malaria, itu enggak bisa kelelahan,” bebernya.

Untuk anggota paskibraka yang sakit, sebutnya, diberikan waktu untuk beristirahat dan diberikan pengobatan medis, namun sejauh ini disebutkan dia, tidak mengganggu jalannya latihan.

“Peserta latihan seperti biasa. Dari pagi hingga siang, kemudian jam istirahat itu betul-betul dimanfaatkan untuk istirahat, baru dilanjutkan lagi, malam juga ada pembekalan,” imbuhnya.

Anggota Paskibraka, lanjut dia dilakukan karantina di LPMP Babel, yang terus dipantau aktivitasnya. Adapun untuk pelatih yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan juga Purna Paskibraka.”Mudah-mudahan mereka kuat, dan sukses mengibarkan bendera pada upacara 17 Agustus nanti,” pungkasnya.(nov)

Related posts