Kadiskominfo: Gaji Tim Kreatif Pemkot Pangkalpinang Sudah Sesuai dengan Perwako

  • Whatsapp
Kadiskominfo Sarbini didampingi Kepala Inspektorat Suhaimi, Kepala Bakeuda Budiyanto, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eddy Supriadi dan Kepala Bappeda Agung Yubi Utama saat konferensi pers, Rabu (3/6/2020). (foto: Budi Muridan)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang akhirnya angkat bicara terkait kisruh besaran gaji personel Tim Kreatif Kota Pangkalpinang yang dibayar lebih tinggi atau dinilai melebihi standar ketimbang tenaga honorer biasa.

Dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Media Centre Pemkot Pangkalpinang, Rabu (3/6/2020), Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika (Kadiskominfo) Kota Pangkalpinang, Sarbini mengatakan honor tim kreatif sebesar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per bulan itu masih sesuai dengan standar yang ada dan sesuai dengan aturan.

Sarbini didampingi Kepala Inspektorat Suhaimi, Kepala Bakeuda Budiyanto, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eddy Supriadi dan Kepala Bappeda Agung Yubi Utama membeberkan besaran gaji tim kreatif tersebut sudah diatur dengan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 48 tahun 2019 Tentang Standar Biaya Umum Lingkup Kota Pangkalpinang untuk Tahun 2020.

“Kita tegaskan gaji para tim kreatif itu tidak ada yang melebihi standar. Sudah sesuai dengan standar. Memang mereka lebih tinggi dari yang umum karena pola kerja mereka tidak terbatas. Mereka juga punya keahlian yang tidak dimiliki dan punya keahlian plus dari PHL umumnya,”jelas Sarbini.

Baca Lainnya

Dia merinci, anggaran tim kreatif tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) di Dinas Pendidikan dan Bapedda. Tim kreatif ini juga memiliki perjanjian kerja dan termasuk juga sistem kontrak.  Sarbini menyebutkan, jumlah tim kreatif ada 12 orang. Dengan rincian di dinas pendidikan 6 orang dan 6 orang di Bappeda.

“Benar digaji tiga sampai empat juta. Mereka sejak Januari dan Maret 2020. Jadi mereka juga dikontrak selama satu tahun. Mereka umumnya adalah pekerja seni budaya namun juga ada yang punya keahlian IT dan sebagainya,”jelasnya.

Lanjut Sarbini, target dari tim kreatif adalah mempromosikan potensi budaya dan potensi pariwisata di Kota Pangkalpinang agar bisa lebih berkembang.

“Tapi tampilan mereka ke publik lebih ke seni dan budaya. Kita tidak melihat latar belakang tapi lebih ke kapasitasnya atau kemampuannya,”tegasnya.

Saat ini, menurut Sarbini, tim kreatif ini sedang menggarap program yang luar biasa untuk Kota Pangkalpinang.

“Sekarang juga sedang menggarap video inovasi terkait fase new normal. Juga antara lain ada baliho-baliho, ada desain, ada event-eventnya. Ini ada hasilnya,” katanya. (bum)

Related posts