Kadishub Babel: MCP KPK Bagus Bagi OPD

  • Whatsapp
Kadishub Babel Tajuddin turut serta dalam pengarahan KPK RI.(foto: sentosa).

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia  gelar Monitoring Centre for Prevention (MCP) dalam rangka sosialisasi dan pencegahan korupsi yang dilaksanakan di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babe), Rabu (23/12/2020).

MCP, dihadiri Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Sekda Babel Naziarto, Asisten Sekda Babel serta para pejabat Tinggi Pratama di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan pejabat lainnya.

Read More

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Babel, Tajuddin yang juga ikut hadir dalam kesempatan itu, menilai, MPC di Bangka Belitung sebagai langkah pencerahan bagi para pejabat di lingkup Pemprov Babel dalam melakanakan tugas dan fungsinya.

“Kegiatan tadi semacam pencerahan dari KPK terhadap upaya-upaya penanganan korupsi. Tadi sudah ditekankan oleh KPK bahwa orientasi penanganan korupsi menjadi kebijaksanaan Bapak Presiden Jokowi dalam pencegahan korupsi,” ungkap Tajuddin.

MCP, lanjut Tajuddin, menjadi salah satu upaya sosialisasi yang dilakukan oleh KPK bagi penyelenggara pemerintahan juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Babel, dan  tentunya lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan, seminimal mungkin mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan.

“Saya kira ini (MPC) KPK bagus sekali bagi OPD, sehingga ke depan makin bagus pengelolaan pembangunan yang dilakukan oleh semua OPD di Babel dan tujuan penanganan korupsi dengan mengutamakan pencegahan itu bisa terwujud,” tutup Tajuddin.

Sementara itu, Komisioner KPK RI Lili Pintauli mengatakan, dengan adanya monitor yang dilakukan dapat memberikan manfaat dalam mengetahui fungsi dan kegunaan MCP sebagai tolak ukur keseriusan pemerintah daerah dalam pencegahan korupsi.

“Kita juga bisa memahami fungsi dan kegunaan MCP, karena sebenarnya ini adalah tolak ukur keseriusan pemerintah daerah dalam upaya mencegah tindak korupsi sejak dini dan yang paling penting adalah implementasinya,” jelas Pintauli.

Pintauli berharap, dengan adanya monitoring ini pelaksanaan pemerintahan di Provinsi Babel dapat lebih baik lagi dengan membangun koordinasi ke KPK RI.

Hal senada diungkapkan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman. Katanya, digelarnya MCP  di Babel memberikan manfaat bagi para penyelenggara pemerintahan yang ada di Babel untuk tidak melakukan korupsi.

Related posts