Kades Riding Panjang Diprotes Penambang

  • Whatsapp
Protes Kades- Sejumlah perwakilan penambang saat beraudiensi dengan Kepala Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Jumat (3/1/2019). Mereka meminta kades untuk mengizinkan aktivitas penambangan di kawasan Sungai Kelapa Hutan.(foto: Riski Yuliandri)

Minta Diizinkan Nambang di Kelapa Hutan

BELINYU – Puluhan warga yang biasa menambang di aliran Sungai Kelapa Hutan, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu mendatangi kantor desa setempat, Jumat (3/1/2020). Mereka datang untuk meminta kepala desa mengizinkan para penambang beroperasi di kawasan tersebut. Rombongan penambang tersebut datang ke kantor desa, buntut penertiban yang dilakukan pihak kepolisian.

Salah seorang penambang Vernandes mengatakan pihaknya ngotot untuk tetap menambang karena pertambangan tersebut merupakan pemasukan satu-satunya. “Kami mau tetap jalan karena itu kenceng nasi kami. Jangan cuma karena beberapa nelayan yang menolak langsung di-stop, sedangkan kami ada ribuan untuk menghidupi anak istri,” ungkapnya.

Meskipun begitu, ia mengatakan akan tetap menunggu keputusan desa setelah melakukan pertemuan dengan para nelayan. “Nanti pihak desa akan panggil perwakilan nelayan dulu, tapi kami ingin tetap berjalan karena ini mata pencaharian kami,” tambah Vernandes.

Baca Lainnya

Sementara itu, Kades Riding Panjang, Surya Darma mengatakan belum bisa memutuskan tanpa mendengar keluhan dari nelayan yang mengeluhkan adanya pertambangan. “Pihak desa baru menampung aspirasi dulu, jadi kami akan panggil yang kontranya yakni para nelayan. Dulu nelayan banyak dapat udang sekarang sudah berkurang,” ungkapnya.

Surya juga mengatakan akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Belinyu selaku atasannya untuk membantu memberikan solusi terbaik dalam hal ini. “Pro dan kontra ini warga kita juga jadi akan kita lakukan musyawarah. Kita juga akan minta bantuan kecamatan untuk mendapatkan solusi,” terangnya.

Meskipun begitu, dia mengatakan tidak akan memanggil pihak nelayan dan penambang secara bersamaan karena takut akan menjadi bentrokan warga. “Kita akan panggil secara terpisah tapi apapun hasilnya, harus bisa saling menerima,” tegasnya.(mla/10)

Related posts