Kader PMII Komitmen Jalankan Tugas Organisasi

  • Whatsapp

SUNGAILIAT- Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bangka berkomitmen menjalani tugas organisasi setelah menjalani Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) di Palembang beberapa waktu lalu.

Ketua Tim PKL Bangka, Mursalim mengatakan ia bersama 14 kader lainnya akan menjalani tugas organisasi dengan berpegangan pada ideologi PMII yaitu Ahlussunah Waljama’ah dan berasaskan Pancasila serta siap mengawal pemerintahan di Bangka Belitung.

Kaderisasi yang dilakukan PMII adalah untuk membentuk pribadi muslim Indonesia yang bertakwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya serta komitmen memperjuangkan cita cita kemerdekaan indonesia.

“Kader-kader PMII merupakan agen untuk menyebarkan ideologi islam ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) yang di dalamnya terdapat nilai nilai-nilai tawassuth (moderat), tasamuh (toleransi), tawazun (keadilan), dan ta’addul (keadilan). Para kader PMII harus mampu menyebarkan visi ke- Islaman yang inklusif, toleran dan moderat,” ungkap pria yang akrab disapa Manau, Rabu (7/8/2019).

Dia juga mengatakan bahwa kehadiran PMII untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa serta memiliki kemampuan dalam organisasi dan managerial yang baik.

“Aktivitas politik yang dilakukan PMII di kampus adalah semata-mata untuk kepentingan kaderisasi. Politik adalah alat, kaderisasi adalah segalanya. Kehadiran PMII juga bertujuan untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa serta memiliki kemampuan organisasi dan manajerial yang baik sehingga lahir kader-kader yang mumpuni untuk mengabdi pada agama dan negara,” terangnya.

Manau juga mengatakan bahwa pengkaderan ini merupakan fase untuk membangun basis serta keterampilan para kader sehingga mampu mengembangkan kualitas kepemimpinan.

“Pengkaderan formal PKL merupakan fase untuk membangun dan memperkuat basis pengetahuan serta keterampilan para kader, jadi para kader mujtahid diharapkan dapat mengembangkan kualitas kepemimpinan pergerakan, merancang strategi gerakan jangka pendek dan panjang, punya kematangan dalam pengetahuan, sikap dan perilaku organisasi serta memiliki kemampuan mengidentifikasi ruang gerak dirinya saat ini dan di masa yang akan datang,” tambahnya.

“PMII cabang Bangka akan terus mengawal terus kebijakan pemeritntah daerah maupun provinsi karena peran kami disini sebagai penyambung lidah dari rakyat ke pemerintah, kami juga hadir untuk membela hak raykat luas, khusunya masyarakat di Bangka Belitung,” tutup Manau.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Cabang Bangka, Masyadi mendukung sepenuhnya apa yang menjadi niat baik para peserta yang baru saja selesai pelatihan tersebut.

“Kami dari pengurus cabang selalu mendukung dan siap bersama-sama apa yang menjadi niat para kader-kader ini,” ungkapnya.

Dia berharap para kader tersebut dapat berkembang dengan melaksanakan apa yang harus menjadi tanggung jawabnya sebagai aktivis.

“Terkait dengan selesai kegiatan PKL yang di adakan di palembang kemarin, kita selaku pengurus cabang di bangka berharap besar setelah ini sahabat-sahabati (panggilan khusus PMII) bisa berkembang dan melakukan yang seharus di lakukan aktivis yang sebenarnya,” sambungnya.

“Maka dari sepulangnya kader PMII cabang Bangka ini, kami berharap adanya perubahan baik dari diri sendiri maupun di organisasi,” harap Masyadi.(mla/10)

Related posts