Kabut Tebal Serang Payabenua

  • Whatsapp
Kabut asap tebal menyelimuti Desa Payabenua, kabut tersebut sempat mengganggu jarak pandang warga yang tidak lebih dari tiga meter. (foto: Zuesty)

Warga Keluhkan Mata Perih
Jarak Pandang Terganggu

PAYABENUA – Kabut asap masih terus melanda daerah Payabenua, Bangka beberapa minggu terakhir ini. Bahkan pada Sabtu (21/9/2019), kabut tersebut sempat mengganggu warga karena jarak pandang tidak lebih dari tiga meter.

Salah satu warga Payabenua, Resi mengatakan asap tersebut sudah ada sejak pagi sekitar pukul 05.30 WIB. “Pastinya saya tidak tau tapi pas saya buka pintu rumah sekitar jam setengah enam pagi kabutnya sudah tebal dan gak keliatan lagi (jalan dan rumah tangga samping),” ungkapnya.

Kabut tebal tersebut hanya berlangsung beberapa jam saja, sekitar pukul 09.00 WIB kabut berangsur hilang. Resi pun mengaku adanya kabut tersebut sangat menggangu aktivitas warga dalam keseharian nya.

“Ini sangat mengganggu sekali, mata jadi perih, mau kemana-mana juga susah karena jarak pandang hanya sekitar dua meter saja.

Menurutnya kabut tersebut terjadi karena seringnya kebakaran dibeberapa titik di tempatnya beberapa minggu terakhir ini.

“Memang ada sebagian orang bakar lahan, terus ada juga kebakaran di sawah beberapa hari kemarin, mungkin ini juga salah satu faktor kenapa bisa ada kabut tebal ini,” terang Resi.

Pihak puskesmas petaling juga sempat memberikan masker kepada warga agar terhindar dari gangguan pernafasan akibat kualitas udara yang mulai buruk. “Tadi pagi juga datang dari puskesmas petaling bagi-bagi masker,” tambahnya.

Satgas Karhutla Tangani Kebakaran Lahan

Tim Satgas Karhutlah Kabupaten Bangka, melakukan tindakan preemtif dan prefentif dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sungai Upang Desa Bawah Tanah Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka, sekitar pukul 10.00 WIB Minggu (22/9/2019).

Tim Satgas Karhutla dibagi menjadi dua lokasi yakni tim pertama dipimpin Kapolres Bangka AKBP Setyono, bersama Wakil Bupati Bangka Syahbudin SIP, menuju lokasi di Sungai Upang Desa Bawah Tanah Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

Sedangkan tim kedua, dipimpin oleh Kabag Polres Bangka dan Kapolsek Mendo Barat menuju lokasi di Desa Payah Benua Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.

Kapolres Bangka AKBP Setyono mengatakan akan memberikan hadiah atau reward kepada masyarakat yang berhasil ungkap pelaku karhutla di daerahnya masing-masing.

”Kebakaran hutan dan lahan menjadi ancaman kita semua dan untuk itu bagi masyarakat yang bisa mengungkap pelaku karhutla akan saya berikan hadiah,” tandas Kapolres. (mla/2nd/6)

Related posts