Kabupaten Bangka Raih Anugerah Pangripta Serumpun Sebalai 2017

  • Whatsapp

Peringkat Pertama 4 Tahun Berturut-turut

Kabupaten Bangka di bawah kepemimpinan Bupati Bangka, Ir. H. Tarmizi H. Saat, MM dan Wakil Bupati Bangka, Drs. Rustamsyah untuk yang keempat kalinya berturut-turut berhasil meraih penghargaan Anugerah Pangripta Serumpun Sebalai tahun 2017.

Penghargaan tersebut mengulang keberhasilan tahun 2013, 2014, 2015 dan 2016, diberikan langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Republik Indonesia, Bambang Sumantri Brojonegoro, Jumat (07/04/2017) di ruang pertemuan Hotel Novotel Pangkalpinang pada acara pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Babel.

Anugerah Pangripta Serumpun Sebalai diberikan kepada Pemkab Bangka sebagai kabupaten/kota dengan perencanaan pembangunan tahunan atau rencana kerja pembangunan daerah tahunan terbaik di Provinsi Kepulauan Bangka belitung 2017.

Untuk juara kedua diraih Bangka Barat dan ketiga diraih Bangka Selatan. Dalam kesempatan itu juga, Bupati Bangka menerima penghargaan dari Gubernur Babel yang diwakili Sekda Yan Megawandi atas pelaksaanan program SATAM EMAS yang melakukan pembangunan rumah layak huni sebanyak 192 unit yang terbagi di 8 kecamatan sebanyak 24 unit rumah.

Bupati Bangka, Ir. H. Tarmizi H. Saat, MM, menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa Kabupaten Bangka menjadi yang terbaik di Bangka Belitung adalah karena Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Pemkab Bangka mampu mengakselerasi seluruh pencapaian target makro pembangunan.

Hingga tahun 2016 seluruh target pembangunan utama berhasil dilampaui. Indeks pembangunan manusia (IPM), gini rasio, pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, nilai tukar petani, pendapatan per kapita, dan indeks kepuasan masyarakat semuanya mengalami perbaikan siginifikan, melebihi kabupaten/kota lainnya di Babel.

‘’Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa perencanaan pembangunan Kabupaten Bangka sudah on the right track dan pencapaian visi Bangka Bermartabat sudah semakin dekat,’’ungkap Bupati Bangka melalui release dari BAPPEDA Bangka.

Sementara itu, Kepala BAPPEDA Kabupaten Bangka, Panbudi Marwoto menyatakan bahwa, per April 2017 ini, RKPD Kabupaten Bangka juga sudah berhasil menembus 16 RKPD terbaik di Indonesia. Tahun 2016 lalu, bangka menempati urutan 6, mudah-mudah-mudahan tahun 2017 ini ditargetkan meraih peringkat yang lebih baik.

RKPD Kabupaten Bangka mendapatkan penghargaan Anugerah Pangripta Serumpun Sebalai karena memenuhi seluruh kriteria penilaian yakni keterkaitan, konsistensi, kedalaman dan kelengkapan yang baik, keterukuran tujuan dan sasaran.

Keterkaitan, RKPD Kabupaten Bangka memiliki keterkaitan erat dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kabupaten, RPJMD dan RKPD provinsi serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Nasional.

Kemudian unsur konsistensi antara hasil evaluasi dengan isu strategis, isu strategis dengan prioritas, dan prioritas dengan penganggaran. Selanjutnya, RKPD Kabupaten Bangka memiliki kedalamaan dan kelengkapan yang baik, dilengkapi dengan kerangka ekonomi daerah, kerangka kebijakan keuangan daerah, analisa, arah kebijakan dan prioritas pengembangan wilayah, strategi dan arah kebijakan percepatan pertumbuhan ekonomi daerah (pro-growth); strategi dan arah kebijakan pengurangan kemiskinan (pro-poor); strategi dan arah kebijakan pengurangan pengangguran (pro-job); strategi dan arah kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan (pro-environment); serta strategi dan arah kebijakan percepatan pencapaian tujuan pembangunan sustainable development goals (SDG’S).

‘’Keempat, memiliki keterukuran tujuan dan sasaran yang dilengkapi dengan indikator kinerja, dan prakiraan maju anggaran tahun berikutnya,’’jelas Kepala BAPPEDA Bangka.

Dikatakannya lagi, RKPD Kabupaten Bangka juga memenuhi seluruh norma-norma perencanaan yang ideal, yaitu memenuhi norma proses perencanaan dari bawah (bottom-up), perencanaan didasarkan pada optimalisasi forum musrenbang dan keterlibatan masyarakat; proses perencanaan dari atas (top-down), perencanaan didasarkan pada sinkronisasi dan sinergitas dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat; proses perencanaan teknokratik, perencanaan didasarkan pada kapasitas BAPPEDA dalam penyusunan RKPD berbasis kinerja; proses perencanaan politik, perencanaan didasarkan pada optimalisasi peran dprd dalam penyusunan rkpd; dan inovasi, perencanaan memasukkan unsur inovasi, baik inovasi perencanaan, inovasi kebijakan maupun inovasi pelayanan publik. (Eddo Richardo/Humas Pemkab Bangka)

Related posts