Justiar : Swasembada Pangan Sudah Didepan Mata

  • Whatsapp

Basel Dapat Penuhi Hampir Setengah Kebutuhan Beras Babel

TOBOALI – Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melaksanakan panen raya dan gerakan tanam pagi sawah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Rabu (5/4/2017). Dalam acara tersebut, Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer juga secara simbolis menyerahkan plakat ke Kementerian Pertanian RI, dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada insan pertanian berprestasi, kepada bapak Surani, petani asal Desa Rias, kemudian PPL kepada bapak Suyanto, sedangkan BPP yakni bagi Kecamatan Pulau Besar diwakili Erwin Yunaro, SP.

Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer menuturkan swasembada beras sudah didepan mata, apabila potensi luasan sawah dapat dioptimalkan. Secara hitungan kasar, kata Justiar luas sawah 39.289 hektar, dengan satu kali tanam, dengan produktivitas 3 ton/hektar maka akan menyumbang padi sebesar 39.867 ton gabah dan menghasilkan beras sebanyak 24.717 ton beras. Berdasarkan data BPS Basel dengan jumlah penduduk 197.670 jiwa dengan kebutuhan beras 107,4 kg/kapita maka kebutuhan beras adalah 21.230 ton.

“Maka berdasarkan hitungan tersebut, Bangka Selatan sudah surplus beras sebanyak 3.487 ton. Apalagi bila dilakukan peningkatan indeks pertanaman (IP) 200 atau dua kali tanam, maka Kabupaten Bangka Selatan dapat memenuhi hampir setengah kebutuhan beras Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata Justiar Noer.

Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rustam Efendi, melalui Asisten Pemerintahan Kesra Haryoso, SH, M.Hum mengucapkan selamat dan terimakasih atas kerja keras dan upaya yang telah dilakukan jajaran pertanian dan TNI dari seluruh tingkatan, serta para petani.

“Upaya yang dilaksanakan hari ini merupakan perwujudan dari upaya kita bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan di daerah Bangka Belitung khususnya di Kabupaten Bangka Selatan,” jelas dia sekaligus mengapresiasi kepada pemerintah dan masyarakat petani padi Kabupaten Bangka Selatan.

Berdasarkan angka sementara (ASEM) BPS tahun 2016, luas baku lahan sawah Babel seluas 22.540 Ha, dimana luas baku laha sawah Kabupaten Bangka Selatan seluas 13.289 Ha. Produksi padi Babel sebesar 35.388 Ton GKG (Gabah Kering Giling), meningkat 30,74% atau sebanyak 8,320 Ton GKG dari tahun 2015. Dari produksi tersebut ketersediaan beras di Prov Babel mencapai 14,7% dan ketergantungan pasokan dari luar daerah sebesar 85,24%.

“Pencapaian produksi padi Kabupaten Basel berdasarkan angka sementara (ASEM) BPS sebesar 40,82% atau 3.266 Ton GKG bila dibandingkan pencapaian produksi tahun 2015 sebesar 8.001 Ton GKG dari produksi Prov.Kep.Babel tahun 2016 dan kontribusi dari Kabupaten Basel adalah sebesar 31,84%,” urainya.

Pencapaian tersebut, ungkapnya, adalah hasil usaha dan kerja keras bersama dan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan motivasi masyarakat petani untuk lebih meningkatkan pengembangan tanaman padi melalui program upaya khusus (UPSUS) Kementerian Pertanian bekerjasama dengan TNI.

Diingatkannya, kepada seluruh jajaran petugas pertanian untuk meningkatkan intensitas pembinaan teknologi kepada para petani dengan menerapkan teknologi terpadu dan spesifik lokasi.

Hal senada diungkapkan Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Kementrian Pertanian selaku penanggungjawab UPSUP Kep. Prov.Babel, DR. Ir. Haris Syahbudin, DEA, Kementerian Pertanian berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada saat ini. Berbagai inovasi telah digunakan untuk mendukung pelaksanaan program UPSUS Kementerian Pertanian, seperti VUB padi (Inpari, Inpago dan Inpara).

Ia juga mengatakan swasembada pangan dapat dicapai melalui peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dan produktivitas. “Pencapaian LTT padi di Prov. Kep. Babel pada periode Oktober-Maret 2016/2017 baruencapai 85,44%. Pencapaian LTT padi sawah pada periode April-September 2017 harus ditingkatkan bahkan harus melampaui sasaran yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Reward dan punisment akan diberikan kepada kabupaten/kota yang tidak melaksanakan program UPSUS Pajale. Punisment yakni berupa pengurangan anggaran program pembangunan pertanian.(ero/eds/yf/kfo/10)

Related posts