Juri Final Drum Band Dinilai Curang

  • Whatsapp

Peserta Pangkalpinang Protes

SEMENTARA ITU, final perlombaan drum band yang digelar dalam acara Sinergi Aksi Informatika dan Komunikasi Publik (SAIK) 2019 di Alun Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, Jum’at (25/10/2019) menuai protes dari peserta asal Kota Pangkalpinang.
Peserta memprotes juri yang dianggap curang dalam memberikan penilaian. Hal ini karena, peserta yang pada saat lomba, alat alat drumbandnya banyak jatuh dan tidak lengkap, tetapi justeru menjadi juara 1 dan juara 2 dalam lomba tersebut.

“Kami dari SD 15 Pangkalpinang sangat kecewa dengan keputusan juri yang tidak jujur dan ada kecurangan. SD 1 Sungailiat alatnya jatuh dapat juara 1, dan SD 3 Sungailiat alatnya tidak lengkap meraih juara 2. Dari musik tidak dominan, terus alat alatnya tidak lengkap kok bisa jadi juara,” protes Iwan perwakilan peserta SDN 15 Pangkalpinang.
Perwakilan SDN 15 Pangkalpinang menganggap juri dan panitia berpihak. Terlebih, menurut mereka juri pada lomba ini adalah sama dengan juri pada lomba sebelumnya di Sungailiat dan yang membawanya peserta dari Sungailiat.

“Jurinya memang orang Jakarta tetapi yang membawa mereka peserta dari Sungailiat,” imbuh Iwan yang mengaku tidak hanya SDN 15 saja yang memprotes, tetapi juga peserta dari SDN 14 Pangkalpinang.
Dikonfirmasi terpisah, Padli selaku panitia lomba yang juga Kabid IKP Diskominfo Provinsi Babel, mengatakan bahwa dalam sebuah perlombaan ada aturan dan regulasi. Namun demikian, ia mengungkapkan kalau ada yang kurang pas dalam penilaian, harusnya dilakukan protes secara resmi ke panitia.

Terkait netralitas dewan juri, Padli menyebutkan, juri dalam lomba ini merupakan juri nasional yang didatangkan dari Jakarta, bukan juri local dari Kominfo.
“Sebuah perlombaan ada aturan dan regulasi, kalau ada yang kurang pas dalam penilaian harusnya dilakukan protes secara resmi. Juri dalam lomba ini adalah juri nasional dan keputusan juri adalah mutlak,” jelasnya.

Disamping itu, Padli juga mengatakan rasa salutnya kepada peserta SD 14 dan SD 15 Pangkalpinang yang dianggap sangat peduli dan detail sekali dalam perlombaan drum band itu. Tetapi ia sangat menyayangkan karena protesnya tidak menggunakan jalur resmi.
“Saya sangat salut dengan ibu ibu itu, mereka sangat peduli dan juga detail tetapi sayangnya protes mereka tidak menggunakan jalur resmi,” katanya. (bum/1)

Related posts