Junaidi: Data BLT Tiga Kelurahan Capai 11.000 KK karena Instruksi TKSM Dinsos

  • Whatsapp
Ketua DPRD Basel Erwin Asmadi bersama Angota DPRD Basel dan PJ Sekda menerima audensi perwakilan RT tiga kelurahan. (raw)

 

*Herman, Ada Bos Timah dan PNS Eselon II Didata

Read More

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Perwakilan RT Junaidi Hasta menjelaskan angka penerima BLT dari tiga kelurahan mencapai 11.000 KK karena sejak tanggal 10 April lalu mendapat instruksi dari TKSM (tenaga kesejahteraan sosial masyarakat) Dinsos Basel.

 

Ia mengakui tidak ada kriteria pendataan saat ini hanya calon penerima diluar data BDT (basis data terpadu) dan terdampak covid-19.

 

“Selain itu, tanggal 20 April, data tersebut sudah harus diserahkan ke Dinsos, sehingga para RT melakukan pendataan dan menyebutkan kepada warga akan mendapatkan dana BLT sebesar Rp 600 ribu selama tiga bulan” jelas Junaidi pada audensi dengan DPRD dan Pemkab Basel di Gedung DPRD Basel Jumat (15/5/2020).

 

Junaidi mengaku setelah melakukan pendataan tersebut, warga terus menanyakan perkembangan BLT kepada dirinya dan RT lainnya.

 

“Kita datang ke Dinsos dan mendapatkan informasi ada dana Rp 4,1 M, itu tidak cukup untuk membayar 11.000 KK, kita melakukan pendataan ini karena instruksi TKSM, sedangkan data di Dinsos juga tahun 2015 lalu,” ungkap Junaidi.

 

Sementara itu, Kadinsos Basel, Herman mengakui pihaknya meminta bantuan TKSM untuk menyampaikan kepada RT/RW untuk melakukan pendataan BLT di luar BDT dengan para meter kemiskinan.

 

“Memang tidak ada kriterianya data non BDT dan para meternya kemiskinan dan data yang kita terima dari tiga kelurahan totalnya 8.878 KK setelah diverifikasi pihak kelurahan,” jelas Herman.

 

Ia menyebutkan pihaknya sudah menyampaikan data ke Kemensos RI update data pada November 2019 lalu namun hingga saat ini Kemensos masih belum mengupdate data tersebut dan masih menggunakan data tahun 2015.

 

Namun Herman mengatakan data BLT Dana Desa 50 desa hanya mencapai 5.423 KK sedangkan 3 kelurahan mencapai 11.000. “Ada bos timah yang didata, ada juga PNS eselon II,” imbuhnya.

 

Mendengar pernyataan tersebut, Ketua DPRD Basel Erwin Asmadi mengatakan ada miss komunikasi dalam kriteria pendataan.

 

“Tapi ini sudah terjadi, kita jangan saling menyalahkan, tetapi kita cari solusi terbaik, win win solusi dalam persoalan ini, dua opsi tadi, pendataan ulang atau opsi bagi rata” kata Erwin.

 

Pj Sekda Basel, Achmad Ansyori mengharapkan sebaiknya data 8.878 KK didata ulang lagi apakah masuk dalam bantuan lainnya. Sementara itu, Plt Kepala Bakuda Basel, Riswady mengatakan penyaluran BLT ini disepakati dalam Perbup yang juga harus diketahui oleh Kajari, Kapolres dan Dandim sebagai unsur pimpinan pada Tim Gugus Tugas Covid-19 Basel.

 

Sebelumnya, para perwakilan RT menolak atas opsi tersebut dan menyerahkan penyalurannya oleh Dinsos yang jangan melibatkan RT. (raw)

 

JustForex

Related posts