Jokowi Perintahkan Segera Bayar Tunjangan Dokter dan Tenaga Medis Covid-19

  • Whatsapp

Marahi Kemenkes, Anggaran Rp75 Triliun Baru Belanja 1,53 Persen

Read More

RAKYATPOS.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyesalkan jajarannya di Kementerian lamban bekerja dalam percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia. Salah satu kementerian yang disemprot oleh presiden adalah Kementerian Kesehatan.

Jokowi mendesak agar Kementerian Kesehatan segera dan secepat-cepatnya untuk membelanjakan anggaran sebesar Rp75 triliun yang sudah dialokasikan guna penanganan Covid-19. Diantaranya segera membayar tunjangan dokter, dan tenaga medis serta pengadaan peralatan kesehatan.

“Saya peringatkan belanja-belanja di kementerian, saya lihat laporan masih biasa-biasa saja. Segera keluarkan belanja itu secepat-cepatnya, karena uang beredar akan semakin banyak, konsumsi masyarakat nanti akan naik. Jadi belanja-belanja kementerian tolong dipercepat. Sekali lagi jangan menganggap ini biasa-biasa saja. Percepat. Kalau ada hambatan keluarkan peraturan menterinya agar cepat. Kalau perlu Perpres, saya keluarkan Perpresnya untuk pemulihan ekonomi nasional,” tegas Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara yang dipubliksikan melalui Youtube Sepres, Minggu sore 28 Juni 2020.

“Misalnya saya berikan contoh bidang kesehatan, itu dianggarkan Rp75 triliun, baru keluar 1,35 persen, coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem kesitu semua, segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran sehingga men-triger ekonomi. Pembayaran tunjangan untuk dokter, untuk dokter spesialis, untuk tenaga medis segera keluarkan. Belanja-belanja untuk peralatan segera keluarkan. Ini sudah disediakan tujuh puluan triliun seperti itu,” tandasnya menambahkan.

Selain Kementerian Kesehatan, Presiden juga mengkritik kinerja Kementerian Sosial. Menurut Jokowi, kinerja kementerian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat terdampak Covid itu baru lumayan dan belum 100 persen mengedepankan extraordinary.

“Bansos yang ditunggu masyarakat, segera keluarkan. Kalau ada masalah lakukan tindakan-tindakan lapangan, meskipun sudah lumayan, tapi baru lumayan ini. Ini extraorinary harusnya sudah 100 persen,” katanya.

Dibidang ekonomi juga sama, Presiden meminta segera stimulus ekonomi dapat masuk ke dalam usaha-usaha kecil, usaha mikro, yang kini tengah ditunggu masyarakat.

“Jangan biarkan mereka mati dulu baru kita bantu, gak ada artinya. Berbahaya sekali kalau perasaan kita seperti gak ada apa-apa, berbahaya sekali. Usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, usaha gede, perbankan semuanya yang berkaitan dengan ekonomi, manufaktur, industri, terutama yang padat karya, beri prioritas pada mereka supaya gak ada PHK. Jangan sudah PHK gede-gedean, duit serupiah pun belum masuk ke stimulus ekonomi kita,” tandasnya.

Related posts