by

Jokowi Diserbu Warga Pangkalpinang

-NEWS-309 views
BERFOTO SELFI – Sejumlah wartawan tampak ikut berfoto selfi dengan Presiden Joko Widodo di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, kemarin. Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Babel, Jokowi disambut antusias masyarakat Pangkalpinang, baik di bandara, di Pasar Pagi, di GOR maupun di kampus STMIK Atma Luhur. Dalam foto lain Presiden menyalami warga dan penumpang pesawat di bandara. (Foto: Biro Pers Setneg)

Minta Foto Bersama, Termasuk Wartawan
Presiden Blusukan ke Pasar Pagi

Pangkalpinang – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bersama Ibu Negara dan sejumlah menteri melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Bangka Belitung (Babel), Kamis (14/3/2019).
Selain agenda meresmikan Bandara Depati Amir dan KEK Tanjung Kelayang, serta menyerahkan sertifikat tanah, Presiden Jokowi juga menyempatkan diri blusukan ke Pasar Pagi di Jalan Ahmad Yani hingga menyerahkan bantuan kepada penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Disela perjalanannya keluar dari bandara hingga menuju GOR Sahabuddin, maupun berada di pasar pagi dan saat di lokasi penyerahan bantuan, Jokowi tak henti-hentinya dikerumuni oleh masyarakat Babel yang sudah menunggu untuk berfoto bersama.
Saat keluar dari pintu kedatangan Bandara Depati Amir pun, Jokowi dan Ibu Negara sudah disambut antrean panjang masyarakat yang ingin berfoto.
Warga ini entah penumpang pesawat atau memang sengaja datang untuk berfoto bersama presiden, rela antre berjam-jam dan menunggu dengan barisan yang mengular. Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang cukup ketat pun, kewalahan untuk menghalau warga yang ingin mendekat.
Namun begitu, sesekali Jokowi meladeni warganya yang ingin berfoto. Bahkan ia juga sempat mengambil ponsel warga dan memegang sendiri ponsel itu untuk berfoto. Termasuk meladenin para wartawan yang berharap berfoto selfi dengan Presiden.
Jokowi dan rombongan tiba di bandara sekitar pukul 09.25 WIB. Saat tiba, Presiden langsung meresmikan pengoperasian terminal baru Bandara Depati Amir Pangkalpinang yang dapat menampung hingga 1,5 juta penumpang per tahunnya.
“Bandara Depati Amir di Provinsi Bangka Belitung ini kalau kita lihat sudah sangat representatif untuk sekarang. Kapasitasnya 1,5 juta, tetapi penumpangnya sudah lebih dari 2 juta,” ujarnya kepada awak media.
Bangunan terminal baru bandara yang berdiri di atas lahan seluas 12 ribu meter persegi ini melayani penerbangan domestik. Oleh karena pertumbuhan penumpang yang begitu pesat, terminal penumpang baru kembali dibangun di bagian sayap kanan bandara dan menjadikan kapasitas bandara tersebut dapat menampung hingga 3 juta penumpang per tahun.
“Kita harapkan insha Allah nanti di 2020 selesai. Tapi saya tadi sudah perintahkan juga untuk bangun yang sayap kiri. Kalau tadi tambah kapasitas menjadi 3 juta, yang sebelah kiri tambah lagi nanti kapasitasnya menjadi 5 juta,” kata Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo.
Menurutnya, laju pertumbuhan penumpang dan wisatawan di Provinsi Babel harus diantisipasi dengan baik. Pengembangan fasilitas penumpang di bandara juga diharapkan semakin meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung.
“Karena di sini ada KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Tanjung Gunung, KEK Tanjung Kelayang, dan akan dibuka lagi KEK lainnya. Kita harapkan betul-betul ekonomi bisa tumbuh,” ucap Presiden.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara turut meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Kelayang. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti peresmian.
“Tadi Pak Gubernur menyampaikan, sejak ada Tanjung Kelayang itu PAD (Pendapatan Asli Daerah) tambah naik 300 persen. Ini dampak dari pariwisata itu kelihatan sekali,” imbuh Jokowi.
Disinggung untuk penetapan bandara internasional, Presiden menyebutkan terminal ini juga baru diresmikan, sehingga status internasional nanti akan diurusi oleh Menteri Perhubungan.
“Inikan baru dibangun terminalnya sayap kanan dan kiri nanti jadi 5 juta penumpang, setidaknya ini nanti akan diserahkan ke Menteri Perhubungan,” tukasnya.
Untuk dua KEK baru yang diusulkan oleh Provinsi Babel, disebutkan Jokowi memang belum diresmikan karena masih ada beberapa kendala dalam menetapkannya menjadi KEK Pariwisata.
“Itu saya tanyakan ke biro ekonomi masih ada urusan pembebasan lahan, kalau sudah, secepatnya akan diselesaikan karena peminat investasi sudah ada,” sebut Presiden.
Dengan adanya KEK Pariwisata, diakui Jokowi akan banyak peningkatan ekonomi dan investor yang masuk. Diantaranya Seraton Hotel akan berinvestasi di Belitung, demikian juga Sofitel, dan galeri segera masuk.

Gadai Sertifikat

Sementara itu, dalam pembagian sertifikat tanah di GOR Sahabuddin, Presiden mengajak warga penerima untuk tidak ragu menyekolahkan sertifikat tanah mereka ke bank. Namun, ia mewanti-wanti agar warga tidak membeli kebutuhan mewah seperti motor dan mobil dari dana sertifikat tanah ini.
“Kalau sudah punya ini pengennya disekolahkan, bener enggak? Di Babel disekolahkan enggak? Ada yang pengen disekolah (gadai-red)? Gak apa-apa dipake silahkan, mau dipake jaminan ke bank silahkan, tapi tolong dihitung, dikalkulasi bisa nyicil ndak per bulannya, kalau ndak bisa ndak usah, nanti sertifikat ilang,” tukasnya.
Presiden menyebutkan, dulu ia juga sempat menggadaikan tanah ke bank untuk modal usaha. Sehingga dia mengatakan masyarakat tidak usah malu apabila ingin menggadaikan sertifikat tanah ke bank.
“Hati-hati, itu adalah uang pinjaman, besoknya ke daler mobil, kredit lagi, jangan. Jangan seperti itu. Ini uang pinjaman, nanti pake mobil baru enam bulan gagahnya, hanya enam bulan, percaya saya, begitu enggak bisa nyicil sertifikat ditarik mobil ditarik juga, ilang, mau?” tanyanya.
Jokowi meminta masyarakat memanfaatkan dana pinjaman bank untuk keperluan usaha. Jika usahanya maju, maka warga akan bisa menabung, dan meningkatkan ekonominya.
“Hati-hati pinjam, jangan beli mobil motor, jangan ya,” tegasnya.
Dulu, tambah Jokowi, pemerintah membatasi pemberian sertifikat tanah hanya 500.000 lembar untuk seluruh Indonesia tahun 2016, sementara pemilik tanah mencapai hingga 126 juta.
“Saya hitung kalau 500 ribu setahun, tanah seluruh tanah air ada 126 juta yang baru bersertifikat 46 juta, kurang 80 juta belum sertifikat, kalau setahun hanya 500 ribu sertifikat, berarti bapak ibu semuanya nunggu 160 tahun untuk dapat sertifikat, mau nunggu segitu?” sebutnya.
Atas dasar inilah, lanjutnya, ia memerintahkan BPN untuk mengeluarkan sertifikat lebih banyak, dimana di tahun 2017 ditarget 5 juta penerbitan sertifikat tetapi tercapai 5,4 juta. Kemudian di tahun 2018, dari target 7 juta yang terealisasi malah hingga 9,4 juta.
“Kantor BPN kerjanya pagi siang malam enggak apa-apa. Alhamdulillah terlaksana lebih dari 9,4 juta di seluruh tanah air (tahun 2018), dan tahun ini target 9 juta harus keluar. Gimana kerjanya, enggak ngerti saya, kalau enggak capai target menterinya sudah saya ancem, awas, cepet layani masyarakat, ini penting,” tegasnya.
Dengan memiliki sertifikat tanah, warga menurutnya memiliki kepastian hukum atas kepemilikan tanah yang tidak bisa disalahkan gunakan atau dimanfaatkan pihak lain. Sebab, tidak adanya sertifikasi juga kerap memicu konflik pertanahan.
Masih dalam rangkaian lawatan kerja presiden, pada saat menyerahkan bantuan PKH dan BPNT, Jokowi mengingatkan penerima agar tidak menyalahgunakan bantuan yang diberikan untuk membeli rokok ataupun pulsa.
“Saya minta, dana yang ada di tabungan ini betul-betul dipake untuk hal-hal berkaitan dengan keluarga, pendidikan kesehatan dan gizi anak. Jangan keluar dari situ, tidak boleh beli pulsa, suaminya minta untuk beli rokok tidak boleh, tetap enggak boleh,” tegasnya.
Istri, tambah calon presiden petahana ini pun harus memberikan penjelasan yang baik kepada suami, jika sang suami meminta untuk membeli rokok dari dana yang ada di PKH ini.
Pada kesempatan itu, Jokowi berharap dengan bantuan pemerintah untuk keluarga harapan, maka keluarga dapat tumbuh sejahtera.
“Uangnya dipake untuk beli baju sekolah, alat tulis sekolah, makanan anak-anak, kasi anaknya telur, ikan. Saya dulu satu telur dibagi-bagi karena hidupnya susah. Kalau sekarang beli telur, ikan kasih anaknya biar sehat bergizi dan pinter,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Presiden juga memanggil tiga orang ibu-ibu untuk naik ke podium. Jokowi sempat berbincang dengan ketiga orang ibu-ibu itu dan tertawa mendengar jawaban emak-emak tersebut. (nov/6)

Comment

BERITA TERBARU