Johan Murod cs Tarik Laporan di Bawaslu

  • Whatsapp

Tujuan “Cucuk Cabut” Dinilai Gak Jelas

PANGKALPINANG – Belum genap sehari atau kurang dari 24 jam, Dewan Pemuda (DP) Bangka Belitung menarik laporannya di sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) Babel. Penarikan laporan terkait pelanggaran Pilkada Babel 2017 yang dipelopori Johan Murod, Agus Adaw dan Hernu Grandi tersebut, dengan dalih agar Negeri Serumpun Sebalai kondusif.
Ketua DP Babel Johan Murod ketika dikonfirmasi Kamis (23/2/2017) mengatakan, penarikan laporan tersebut karena adanya petuah dari Emron Pangkapi. “Denglah ngancuk negeri, along support demokrasi yang lah berjalan. Siapapun yang kalah pasti ada yang tidak puas. Setelah kurenungi, ada benarnya. Dengan laporan itu, masyarakat kita jadi resah. Masyarakat kita ini tidak semuanya cerdas tentang hukum. Timbul fitnah, gosip, adanya menerima duit dari Paslon, kita tidak mau itu. Apalagi kalau paslon 1,2 dan 3 ini demo besar-besaran. Tujuan kita itu sebenarnya kan baik. Kita kan bukan bela siapa-siapa,” kata Johan Murod.
Disinggung indikasi kesepakatan yang lainnya dan “masuk angin”, ia membantah perihal tersebut. Ia beralasan, hanya menjunjung 10 poin untuk kemaslahatan masyarakat Babel, sama sekali bukan kepentingan pribadi.
“Itulah yang kubilang kekhawatiran itu. Kita narik laporan pun orang nganggap sudah disuap salah satu Paslon. Kita hijrah dari salah satu paslon karena yang mau menandatangani itu cuma Rustam. Difikir orang kami dapat duit dari Rustam. Padahal yang kita perjuangkan kepentingan bersama, tidak ada satupun kepentingan pribadi kami dengan Agus Adaw. Tapi 10 poin itu, itulah poin yang memperjuangkan Bangka Belitung. Di media sosial, kata orang Johan Murod tukang tanggok, sudah biasalah kita dibilang seperti itu,” jelasnya.
Sebelumnya, koordinator divisi penindakan dan pelanggaran sentra Gakkumdu Babel Zul Terry Apsupi menyampaikan, bahwa kendati laporan tersebut ditarik oleh DP Babel, pihaknya tetap meneruskan dan menjadikan laporan tersebut sebagai temuan.
“Ada laporan pengaduan dari Dewan Pemuda Bangka Belitung yang dimotori oleh Johan Murod, Agus Adaw dan Hernu Grandi, tentang adanya dugaan, satu Money Politic, dua soal pembukaan kotak suara dan ketiga terkait integritas kawan KPU provinsi,” kata Terry.
Terkait laporan tersebut lanjutnya, pihaknya sudah menghadirkan Johan Murod dan Agus Adaw untuk dimintai keterangannya.
“Dan sudah kita mintai keterangan dan juga nanti akan dipanggil saksi kunci. Yaitu, Mukhtar Mutong atau Tarek. Terkait dengan integritas, kita panggil Buyung atau Edi Yusuf.
Dalam persoalan tersebut imbuhnya, ada dua penyelesaian. Yakni, terkait penyelesaian sengketa, pemohon atau termohon yang kaitannya dengan penindakan pelanggaran. Kemudian, penanganan pelangggaran di sentra Gakkumdu, tidak bisa diintervensi. “Kita tidak boleh intervensi mereka (sentra Gakkumdu kabupaten Belitung-red), yang bisa kita lakukan hanya mendampingi mereka. Kecuali, ada temuan baru dan keberatan untuk menerimanya, seandainya putusan itu tidak diteruskan atau sebelumnya, memang diserahkan ke sentra Gakkumdu provinsi. Karena, Ada otoritas sentra Gakkumdu di kabupaten/kota,” tuturnya.
Rapat pembahasan yang tadi dilakukan kata Terry, hari ini direncanakan sentra Gakkumdu akan kembali mengklarifikasi. Yakni, Buyung dan saksi tambahan lainnya.
Sabtu mendatang kata Terry, pihaknya akan mengundang Panwas kabupaten Belitung divisi pengawasan, serta Panwascam Selat Nasik, sehubungan dengan pembukaan kotak suara. Kemudian, akan dipanggil KPU Belitung, atau mendatanginya agar persoalan dapat segera tuntas. “Tadi, laporan mau ditarik. Laporan silahkan kalian tarik, tapi ini akan diteruskan. Karena jangan sampai ada indikasi yang lain. Jadi walaupun saudara Johan sudah menarik laporannya, kita akan jadikan temuan sentra Gakkumdu. Setelah hasil rapat semua, akan kita teruskan ke Bawaslu Babel. Bawaslu Babel akan melakukan rapat pleno. Dari sentra Gakkumdu, kita coba mengundang pihak Bawaslu RI yang menyebutkan Babel nomor urut 2 Money Politic termasuk media yang memberitakannya. Nanti dari Bawaslu RI, kita akan mengundang Danil Zuhron dengan Rikson Nababan. Kita minta merkea nanti yang akan mengklarifikasi langsung. Pemanggilan itu, dalam rangka klarifikasi Pilkada di Bangka Belitung,” pungkasnya. (ron/6)

Related posts