Jembatan Kretak Didesak Masuk Prioritas

  • Whatsapp
Jembatan Desa Kretak Kecamatan Sungai Selan ini, didesak masuk sekala prioritas, karena pasca banjir awal tahun 2016 lalu hingga sekarang belum juga dibangun pemerintah. Jembatan itu dianggap penting lantaran merupakan jalur utama pelabuhan, sehingga arus lalu lintas setiap hari didaerah itu sangat tinggi. (foto: ran)

Pasca Banjir Tahun 2016
Jalur Utama Pelabuhan

KOBA – Jembatan Desa Kretak Kecamatan Sungai Selan didesak masuk sekala prioritas karena pasca banjir awal tahun 2016 lalu hingga sekarang belum juga dibangun pemerintah. Jembatan itu dianggap penting lantaran merupakan jalur utama pelabuhan, sehingga arus lalu lintas setiap hari didaerah itu sangat tinggi.

Demikian yang disampaikan Anggota DPRD Bateng Dapil Sungaiselan, Maryam kepada Rakyat Pos, Kamis (30/03/2017).

Menurutnya, setiap hari ada ratusan kendaraan yang melintasi jembatan darurat pasca banjir tersebut untuk difungsikan sebagai akses transportasi pengangkutan barang-barang dari pelabuhan ke Pangkalpinang atau daerah lainnya.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan jembatan itu untuk mengangkut hasil pertanian di Kecamatan Sungai Selan dan daerah sekitarnya.

“Pembangunan itu dianggap penting bukan berarti jembatan yang lain tidak penting, namun karena secara lalu lintas transportasi sangat tinggi setiap hari karena ada pelabuhan. Sementara jembatan darurat yang ada sekarang dikhawatirkan mengancam keselamatan pengendara mengingat tingginya lalu lalang kendaraan baik mobil maupun roda dua. Jika tidak ditanggapi cepat, sangat berbahaya kedepan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, jika jembatan itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Babel, maka dirinya berharap segera ditindaklanjuti. Begitu juga jembatan yang menghubungkan Desa Melabun-Romodon yang menjadi kewenangan PU Bangka Tengah harus segera diperhatikan dan ditindaklanjuti.

“Sekali lagi, kami meminta Dinas PU Provinsi dan Dinas PU Kabupaten Bateng untuk memasukkan sekala prioritas kedua jembatan yang ambruk pasca banjir tahun lalu. Kalau dibiarkan begini, kasihan dengan masyarakat kita yang setiap hari melintasi jalan darurat yang seadanya. Apalagi jembatan darurat menuju Desa Romadon yang bisa dilewati oleh roda dua saja,” tegasnya.

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, PU Bangka Tengah segera berkoordinasi dengan PU Provinsi terkait jembatan Kretak. Soal jembatan inipun sudah pernah dibahas dalam LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2016. Ia menegaskan masalah jembatan itu tidak dilatarbelakangi unsur politik, namun murni karena aspirasi dari masyarakat.

“Saya juga pernah mengalami kesulitan saat melintasi jembatan Kretak itu. Jembatannya cukup tinggi, jadi harus hati-hati, sedangkan dibawahnya sungai, bila terjadi apa-apa selesai lah. Sepengetahuan saya, kondisi jembatan pun mulai berlobang karena dilewati kendaraan setiap hari, saya rasa wajarlah permukaan jembatan ada yang mulai belobang besinya. Sebelum rusak parah, saya beritahukan dulu kepada pemerintah provinsi dan kabupaten,” tukasnya. (ran/3).

Related posts